- Mesin 2 tak menyelesaikan siklus pembakaran dalam satu putaran crankshaft, berbeda dengan 4 tak yang membutuhkan dua putaran.
- Mesin 4 tak lebih unggul efisiensi bahan bakar dan memiliki tingkat emisi polusi yang jauh lebih rendah dibandingkan 2 tak.
- Secara konstruksi, mesin 2 tak lebih sederhana dan ringan, namun 4 tak menawarkan torsi stabil serta umur pakai komponen lebih panjang.
Suara.com - Motor, atau lebih tepatnya mesin pembakaran dalam, adalah jantung dari kendaraan bermotor seperti sepeda motor, mobil, atau alat berat. Di dunia otomotif, dua jenis mesin yang paling populer adalah mesin 2 tak (two-stroke) dan 4 tak (four-stroke).
Meskipun keduanya berfungsi untuk mengubah energi kimia dari bahan bakar menjadi gerakan mekanis, ada perbedaan mendasar yang memengaruhi performa, efisiensi, dan penggunaannya. Artikel ini akan membahas 10 perbedaan motor 2 tak dan 4 tak yang wajib kamu ketahui.
1. Siklus Kerja Mesin
Mesin 2 tak menyelesaikan satu siklus pembakaran (intake, compression, power, exhaust) hanya dalam satu putaran crankshaft, atau dua langkah piston (naik dan turun). Ini membuatnya lebih sederhana dan cepat.
Sebaliknya, mesin 4 tak membutuhkan dua putaran crankshaft atau empat langkah piston untuk satu siklus lengkap. Hasilnya, mesin 4 tak lebih halus dalam operasinya, tapi memerlukan lebih banyak komponen seperti katup intake dan exhaust yang terpisah.
2. Efisiensi Bahan Bakar
Salah satu kelemahan utama mesin 2 tak adalah efisiensi bahan bakar yang rendah. Karena proses intake dan exhaust terjadi secara bersamaan, sebagian bahan bakar bisa terbuang melalui knalpot tanpa terbakar sempurna.
Mesin 4 tak, dengan siklus yang lebih terpisah, memanfaatkan bahan bakar lebih baik, sehingga lebih irit. Menurut data dari produsen seperti Honda, mesin 4 tak bisa menghemat hingga 30-50% bahan bakar dibandingkan 2 tak untuk ukuran mesin yang sama.
3. Tingkat Emisi Polusi
Baca Juga: Trio Motor 2 Tak Legendaris yang Mudah Dirawat: Dikoleksi Oke, Dijual Mahal pun Laku!
Mesin 2 tak dikenal sebagai penghasil emisi yang tinggi karena campuran oli dan bensin yang dibakar, menghasilkan asap biru dan polutan seperti hidrokarbon serta karbon monoksida. Ini membuatnya kurang ramah lingkungan dan sering dilarang di negara-negara dengan regulasi ketat seperti Uni Eropa.
Di sisi lain, mesin 4 tak memiliki sistem pembakaran yang lebih bersih, dengan katalisator yang bisa mengurangi emisi hingga 90%, sehingga lebih sesuai dengan standar Euro 5 atau lebih tinggi.
4. Output Tenaga dan Torsi
Untuk ukuran dan berat yang sama, mesin 2 tak biasanya menghasilkan tenaga lebih besar karena siklus pembakaran yang lebih sering (setiap putaran crankshaft). Ini ideal untuk aplikasi yang membutuhkan akselerasi cepat, seperti motor trail atau chainsaw.
Namun, mesin 4 tak unggul dalam torsi yang stabil pada RPM rendah hingga menengah, membuatnya lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari seperti commuting di kota.
5. Sistem Pelumasan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Sepeda Listrik Yadea OVA Bisa Langsung Dibawa Pulang Lewat Kompetisi Dance Terbaru
-
3 Rekomendasi City Car Suzuki yang Irit BBM dan Bandel untuk Harian
-
5 Mobil MPV 7 Seater Bekas di Bawah Rp100 Juta, Kabin Luas, Aman dan Nyaman
-
Harga Beda Tipis dari Veloz, Tengok Banderol Lengkap Mobil Polytron
-
Mobil Buatan Indonesia Jadi Primadona di Venezuela, Ini Dia 2 Mereknya
-
Destinator Termurah Terbaru Dijual Berapaan? Simak Daftar Harga Mobil Mitsubishi 2026
-
5 Mobil Hatchback Bekas Irit BBM dan Pajak Murah, Cocok untuk Mahasiswa Aktif
-
Kenapa Harga Motor Baru Makin Di Luar Nalar? Simak 4 Faktanya
-
Beli Xpander 2022 Bekas? Cek Konsumsi BBM Irit, Spek dan Pajak Lengkap!
-
Mitsubishi Triton Hadir Dengan Wajah Baru yang Lebih Agresif