Otomotif / Mobil
Senin, 05 Januari 2026 | 16:12 WIB
Renault Kwid dipamerkan di GIIAS 2019, Jumat (26/7/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]
Baca 10 detik
  • Kenali batas air intake mobil LCGC untuk menghindari risiko water hammer.

  • Suzuki S-Presso menjadi mobil LCGC paling tangguh hadapi banjir saat ini.

  • Jangan terjang banjir jika air sudah mencapai setengah dari ban mobil.

Suara.com - Banjir masih menjadi momok menakutkan bagi pemilik mobil di Indonesia, terutama saat curah hujan tinggi di bulan Januari ini. Ketakutan terbesar bukan hanya soal mogok di jalan, melainkan risiko water hammer—kondisi air masuk ke ruang bakar—yang bisa menyebabkan mesin jebol dan biaya perbaikan hingga puluhan juta rupiah.

Banyak pengemudi nekat menerjang genangan tanpa mengetahui batas aman kendaraan mereka. Padahal, setiap mobil memiliki toleransi ketinggian air yang berbeda tergantung pada ground clearance dan posisi air intake (saluran udara).

Memahami batas fisik mobil Anda adalah kunci agar tidak "boncos" karena kerusakan mesin yang fatal.

Jika Anda sedang mencari kendaraan harian yang irit namun cukup tangguh menghadapi genangan, simak panduan batas aman dan rekomendasi mobil LCGC berikut ini.

Pahami Rumus "Aman" Sebelum Menerjang Banjir

Sebelum memutuskan menginjak gas melewati genangan, perhatikan tiga indikator vital berikut agar mobil tidak menjadi korban banjir:

1. Hukum "Setengah Ban" (Visual)

Ini adalah patokan visual paling mudah. Jika ketinggian air sudah menyentuh setengah dari tinggi ban mobil Anda, sebaiknya putar balik.

Pada ketinggian ini, risiko air merembes ke komponen elektrikal atau gardan sangat tinggi.

Baca Juga: 5 Mobil LCGC Penggerak Roda Belakang Terbaik, Paling Stabil dan Irit untuk Keluarga

2. Waspada Saluran Udara (Air Intake)

Air intake adalah nyawa mesin saat banjir. Batas mutlak aman adalah 30 cm di bawah mulut air intake.

Jika air masuk ke sini, water hammer tak terelakkan. Ingat, gelombang air dari kendaraan lain bisa menaikkan tinggi air secara tiba-tiba melebihi posisi intake.

3. Posisi Knalpot & Arus Air

Meski mesin tetap hidup selama gas dijaga agar air tidak masuk knalpot, arus air yang deras jauh lebih berbahaya.

Arus kuat dapat menggeser mobil, membuat ban kehilangan traksi, dan menghanyutkan kendaraan. Jika knalpot sudah tenggelam total, risiko mesin mati mendadak karena tekanan balik gas buang sangat besar.

Load More