Suara.com - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan Kantor Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan pada Rabu (7/1/2026). Penyidik Kejagung berupaya melakukan pencocokan data terkait perubahan fungsi kawasan hutan, khususnya kawasan hutan lindung.
Kabar penggeledahan ini membuat mata publik tertuju pada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Bahkan sebelum ada kabar penggeledahan, Raja Juli Antoni sudah menjadi sorotan tajam publik selama dalam beberapa waktu terakhir seiring bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan menelan ratusan korban jiwa.
Situasi tersebut memicu kritik luas terhadap kinerja Kementerian Kehutanan yang dinilai gagal mengelola tata kelola hutan dan lingkungan secara optimal.
Sorotan publik semakin menguat setelah muncul kabar penggeledahan di kantor Kementerian Kehutanan. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan penelusuran dokumen dan kebijakan yang diduga beririsan dengan persoalan alih fungsi lahan, perizinan kehutanan, serta lemahnya pengawasan kawasan hutan.
Meski belum merinci hasil resmi penggeledahan, peristiwa ini memperbesar tekanan politik terhadap Raja Juli Antoni sebagai pimpinan tertinggi kementerian tersebut.
Kritik terbuka datang dari Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin. Ia secara tegas meminta Raja Juli Antoni mundur dari jabatannya sebagai Menhut.
Menurut Usman, rangkaian bencana ekologis yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari kebijakan kehutanan yang dianggap abai terhadap aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Menanggapi desakan tersebut, Raja Juli Antoni menyatakan siap dievaluasi. Ia menegaskan bahwa posisinya sebagai menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.
Baca Juga: Alasan Toyota Innova Zenix Hybrid Jadi Raja MPV Premium Masa Kini
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga mengaku menerima kritik masyarakat dan netizen sebagai bentuk aspirasi yang akan dijadikan bahan perbaikan.
Dalam pernyataannya, Raja Juli menegaskan ingin tetap fokus bekerja di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah.
Kekayaan dan Koleksi Kendaraan Raja Juli Antoni
Di luar polemik kinerja dan isu penggeledahan kantor Kemenhut, publik juga menyoroti sisi lain dari Raja Juli Antoni, khususnya terkait harta kekayaan yang dimilikinya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Raja Juli Antoni melaporkan total kekayaan sebesar Rp11,25 miliar untuk periode 2024, yang dilaporkan pada 16 Januari 2025.
Jika dirinci, porsi terbesar kekayaan Raja Juli Antoni berasal dari aset tanah dan bangunan. Total nilai aset properti yang dimilikinya mencapai Rp8,72 miliar.
Berita Terkait
-
Alasan Toyota Innova Zenix Hybrid Jadi Raja MPV Premium Masa Kini
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Kejagung Tegaskan Siap Laksanakan
-
Kajari Purwakarta Bantah Isu Hoaks Dugaan OTT Jaksa oleh Kejagung
-
Diduga Sarat Potensi Korupsi, KPK-Kejagung Didesak Periksa Bupati Nias Utara, Kasus Apa?
-
Mutasi Besar-besaran Kejagung: Ini Daftar Lengkap 43 Kajari Baru, Cek Daerahmu!
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
XPeng P7+ 2026 Meluncur: Lebih Kencang dari Pajero, Jarak Tempuh hingga 1.550 km
-
4 Mobil Sebandel Panther dengan Desain Lebih Modern, Cocok di Jalanan Menanjak
-
5 Mobil Keluarga Kuat di Tanjakan dan Perjalanan Jauh, Sparepart Melimpah
-
4 Pilihan Mobil Bekas dengan AC Paling Dingin, Harga Mulai Rp50 Jutaan
-
5 Rekomendasi Motor Bekas dengan Body Gagah, Bisa Dibeli Modal Budget Rp10 Jutaan
-
5 Pilihan Mobil Bekas dengan Sparepart Paling Melimpah di Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Pintu Geser Harga di Bawah 100 Juta: Ramah Lansia dan Anak
-
Terpopuler: Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren, 5 Mobil Bekas untuk Karyawan UMR
-
TMMIN Nilai Pasar Mobil Indonesia 2026 Belum Jelas
-
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026