Suara.com - Membeli motor bekas sering dianggap solusi hemat untuk mendapatkan kendaraan pribadi. Harganya lebih terjangkau dan pilihannya banyak. Namun, sebelum memutuskan, Anda juga perlu memahami risikonya.
Banyak orang bertanya, apa kekurangan membeli motor bekas dan bagaimana cara mengatasinya agar tidak salah pilih. Melalui pembahasan ini, Anda dapat mempertimbangkan baik buruknya sehingga keputusan yang diambil benar-benar matang.
Dengan mengetahui kekurangan membeli motor bekas, Anda akan lebih siap secara mental maupun finansial. Tidak ada salahnya memilih motor second, asalkan Anda paham kondisi real di lapangan dan tahu langkah pengecekan yang tepat.
Berikut ulasan mengenai beberapa kekurangan membeli motor bekas yang paling sering terjadi beserta solusi yang bisa dilakukan.
1. Kondisi mesin tidak selalu prima
Salah satu kekurangan membeli motor bekas yang paling umum adalah kondisi mesin yang tidak bisa ditebak.
Dari luar terlihat mulus, tetapi bagian mesin bisa saja sudah lemah karena pemakaian lama, kebiasaan servis yang tidak teratur, atau pernah mengalami kerusakan berat.
Mesin yang sudah menurun performanya biasanya terasa kurang bertenaga, boros bensin, dan muncul suara tidak wajar saat dinyalakan.
Untuk mengatasi hal ini, solusi terbaik adalah membawa orang yang paham mesin saat pengecekan. Anda juga bisa melakukan test ride agar tahu rasanya saat motor dipakai. Jangan ragu mengecek riwayat servis atau menanyakan secara detail kepada penjual.
Baca Juga: Motor Matic Terbaik Yamaha Harga di Bawah Rp 20 Juta: Pilih Mio M3, Gear 125, atau Gear Hybrid?
Jika perlu, siapkan dana tambahan untuk servis besar setelah membeli motor, sehingga performanya bisa kembali optimal.
2. Risiko pernah terkena banjir atau kecelakaan
Tidak semua penjual jujur mengenai riwayat kendaraan. Salah satu kekurangan membeli motor bekas adalah kemungkinan motor pernah menjadi korban banjir atau kecelakaan berat.
Dampaknya tidak hanya pada tampilan, tetapi juga kelistrikan, rangka, hingga keamanan berkendara. Motor bekas banjir biasanya meninggalkan karat, bau apek, dan masalah pada sistem elektronik.
Solusinya, lakukan pengecekan menyeluruh pada rangka, baut, kabel, dan bagian bawah motor. Hindari motor dengan bekas karat parah atau rangka yang terlihat tidak simetris.
Anda juga bisa membandingkan catatan STNK dan nomor rangka untuk memastikan tidak ada perubahan mencurigakan. Memilih penjual terpercaya dan bergaransi akan sangat membantu meminimalkan risiko ini.
3. Biaya perawatan cenderung lebih besar
Harga beli motor bekas memang lebih murah, tetapi salah satu kekurangan membeli motor bekas adalah potensi biaya perawatan yang lebih tinggi. Komponen aus seperti kampas rem, ban, aki, hingga shockbreaker biasanya perlu diganti.
Pada beberapa kasus, kerusakan kecil jika dibiarkan justru menimbulkan kerusakan lanjutan yang lebih mahal.
Untuk menghadapi hal ini, Anda perlu menyiapkan dana cadangan selain harga motor. Buat daftar komponen yang harus diganti setelah pembelian supaya performa kembali normal.
Pilih motor bekas dengan ketersediaan sparepart melimpah agar biaya perbaikan tidak membengkak. Servis rutin juga penting agar kerusakan tidak merembet ke bagian lain.
4. Nilai jual kembali tidak selalu stabil
Ada juga kekurangan membeli motor bekas dari sisi nilai jual. Motor yang sudah bekas kemudian dipakai kembali akan mengalami penurunan harga lebih cepat, apalagi jika kondisi fisik dan mesinnya tidak terjaga.
Faktor merek, tahun produksi, dan tren pasar sangat memengaruhi harga jual. Jika Anda berniat menjual lagi, mungkin nilainya tidak seperti yang diharapkan.
Solusinya, pilih motor dengan merek yang dikenal memiliki nilai jual stabil. Rawat tampilan dan mesin secara berkala agar kondisinya tetap menarik di mata pembeli.
Simpan juga nota servis dan bukti pergantian sparepart sebagai rekam jejak perawatan yang bisa meningkatkan kepercayaan calon pembeli nantinya.
5. Dokumen tidak selalu lengkap atau bermasalah
Masalah administrasi juga termasuk kekurangan membeli motor bekas yang sering terjadi. BPKB dan STNK bisa saja tidak lengkap, pajak menunggak, atau bahkan statusnya kendaraan bermasalah.
Jika tidak teliti, Anda bisa kerepotan saat balik nama atau membayar denda pajak yang menumpuk.
Untuk menghindari hal ini, pastikan semua dokumen asli dicek dengan teliti. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan data di STNK dan BPKB. Tanyakan status pajak dan tilang elektronik bila perlu.
Usahakan melakukan transaksi di tempat terang dan legal, serta hindari motor tanpa dokumen lengkap meskipun harganya terlihat sangat murah.
Tutorial mengecek motor bekas agar tidak salah beli
Agar kekurangan membeli motor bekas di atas tidak Anda alami, lakukan pengecekan dengan langkah berikut:
- Periksa kondisi mesin dengan menyalakan motor, dengarkan suara dan rasakan getarannya.
- Cek kelistrikan seperti lampu, klakson, electric starter, dan panel indikator.
- Lihat kondisi rangka, cat, dan baut untuk memastikan tidak ada bekas tabrakan berat.
- Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan dokumen resmi.
- Lakukan test ride singkat untuk merasakan kenyamanan suspensi dan rem.
Dengan memahami apa kekurangan membeli motor bekas serta cara mengeceknya, Anda dapat meminimalkan risiko kerugian. Membeli motor bekas tetap bisa menjadi pilihan cerdas selama Anda teliti, sabar, dan tidak tergiur harga murah semata.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Motor Matic Terbaik Yamaha Harga di Bawah Rp 20 Juta: Pilih Mio M3, Gear 125, atau Gear Hybrid?
-
Awas Cat Rusak! Jangan Cuci Motor saat Mesin Panas, Ini Solusi Gratis Biar Awet
-
Subsidi hingga Rp2 Juta, Cek Daftar Cicilan Ringan Motor Honda Januari 2026
-
7 Mitos Salah Perawatan Sepatu yang Bikin Cepat Rusak, Kamu Masih Percaya?
-
10 Kesalahan Fatal dalam Membuat CV dan Tips Ampuh Menghindarinya
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
6 Mobil Irit yang Nyaman untuk Keluarga Kecil tapi Bukan Honda Brio, Ada yang Buatan Eropa!
-
Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 M, Intip 5 Opsi SUV Tangguh di Bawah 1 Miliar
-
Sudah Tahu Jadwal Rekayasa Arus Mudik? Jadwal Lengkap One Way dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026
-
Beda Pajak Innova Reborn Diesel Matic 2025 vs 2026, Diam-diam Naik?
-
Jadwal Lengkap MotoGP 2026 Resmi Rilis, Sirkuit Mandalika Masuk Fase Penentu Juara?
-
Kelebihan Mesin Mitsubishi Pajero Sport yang Tetap Kompetitif di Segmen SUV Ladder Frame
-
Irit Mana antara Toyota Avanza vs Rush? Intip Pula Komparasi Harganya
-
5 Kelemahan Avanza yang Jarang Dibicarakan, Tenggelam oleh Reputasi Awet
-
Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas