Suara.com - Bursa motor bekas dipenuhi dengan opsi menarik dari beragam jenis motor, di setiap segmen harga. Beberapa orang masih mudah tergoda pada motor bekas dengan harga sangat ekonomis.
Padahal motor seperti ini bisa jadi adalah motor bekas banjir rob. Maka berikut sedikit tips menghindari beli motor bekas kena banjir rob yang bisa Anda cermati.
Banjir rob sendiri merupakan sebuah fenomena alam, yakni munculnya genangan air di daratan kawasan pesisir karena naiknya permukaan air laut. Jelas, air yang masuk ke permukaan adalah air asin, yang berdampak sangat buruk jika terkena mesin kendaraan.
Ini mengapa sangat disarankan untuk menghindari motor bekas kena banjir rob. Memang mungkin harganya terjangkau, tapi perawatan dan perbaikan yang diperlukan dapat menimbulkan kerugian dan kerepotan yang lebih besar dari motor bekas normal pada umumnya.
Berapa tips menghindari beli motor bekas kena banjir rob antara lain adalah sebagai berikut.
1. Cek Kolong Motor
Cek bagian kolong motor, karena bagian ini jadi area paling mudah dilihat untuk mengenali motor bekas kena banjir rob. Terdapat lumpur yang menempel di area ini, yang terkadang luput dari petugas inspeksi motor bekas.
Meski dapat dibersihkan, namun bekas area yang terkena lumpur ini akan meninggalkan karat yang dalam jangka waktu lama membuat bagian kolong mesin mudah rusak. Jadi sebelum membeli motor bekas, cek bagian ini dahulu untuk memastikannya.
2. Sambungan Plastik pada Body Motor
Baca Juga: AHM Gelar Service Motor Gratis Dukung Pemulihan Bencana di Sumatera
Tips selanjutnya adalah mengecek sambungan plastik pada body motor. Bagian ini memiliki celah semput dan sulit dijangkau saat dibersihkan, yang biasanya jadi ‘sarang’ lumpur dan endapan akibat air banjir rob.
Jika terdapat kotoran atau lumpur yang mencurigakan, bisa jadi motor dengan harga ekonomis yang tengah Anda lihat memang merupakan motor korban dari banjir rob. Anda bisa membuka dan memisahkan komponen body motor untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membelinya.
3. Kondisi Rangka Motor
Karena berasal dari logam, rangka motor juga sangat sensitif pada air laut dan kotoran yang terbawa selama banjir rob terjadi. Bagian rangka atau sasis menjadi salah satu bagian yang sangat sulit dibersihkan ketika benar pernah terendam banjir rob.
Bagian sambungan antar sasis atau rangka akan terlihat kotor, dan sangat mungkin memiliki karat yang cukup tebal. Pada kondisi ini, rangka motor tidak lagi akan memiliki usia yang panjang jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.
Jelas, hal ini akan membuat Anda menambah sejumlah pengeluaran yang tidak diperlukan.
4. Suara Mesin Motor
Ketika dihidupkan, suara mesin motor normal akan terdengar halus dan bersih. Namun pada motor bekas banjir air rob, suaranya akan terdengar kasar, bising, dan mengganggu telinga Anda. Diperlukan kecermatan yang cukup tinggi, namun sebenarnya hal ini bisa dengan mudah dikenali.
Lakukan pengecekan suara mesin motor terlebih ketika motor yang ditawarkan berlokasi di area banjir rob. Suara aneh tidak selalu berarti motor merupakan korban banjir rob, tapi jadi salah satu indikasi kuat bahwa mesin tidak dalam kondisi yang prima.
5. Warna Oli Gardan (Matic)
Salah satu cara mengenali motor bekas adalah korban dari banjir rob adalah warna oli gardan. Hal ini tampak pada motor matic yang terkena air rob, karena olinya akan berwarna coklat muda yang mirip dengan kopi susu.
Jika warna oli gardan sudah seperti ini, maka diduga kuat motor adalah korban dari banjir rob.
Itu tadi beberapa tips untuk menghindari beli motor bekas kena banjir rob yang bisa menjadi pegangan, semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
AHM Gelar Service Motor Gratis Dukung Pemulihan Bencana di Sumatera
-
Tampil Kalcer di Tongkrongan, Cek Harga Yamaha XSR 155 di Januari 2026
-
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
-
Terkenal Bandel, 5 Motor Bekas Ini Ternyata Cuma Dijual Rp5 Jutaan
-
Rp3 Juta Dapat Motor Bekas Apa? Ini 5 Opsi yang Bermesin Bandel dan Mudah Dirawat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kelebihan Mesin Mitsubishi Pajero Sport yang Tetap Kompetitif di Segmen SUV Ladder Frame
-
Irit Mana antara Toyota Avanza vs Rush? Intip Pula Komparasi Harganya
-
5 Kelemahan Avanza yang Jarang Dibicarakan, Tenggelam oleh Reputasi Awet
-
Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
-
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
-
Harga Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M Setara Biaya Mengaspal Jalan Berapa Kilometer?
-
5 Mobil Double Cabin Buat Mudik Siap Angkut Banyak Barang, Mulai 100 Jutaan
-
Penjualan Motor Baru Januari 2026 Tembus 577 Ribu Unit Sinyal Positif Ekonomi Nasional
-
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya