-
Suhu dingin kabin sangat krusial untuk menjaga usia pakai baterai mobil hybrid.
-
Lakukan pembersihan filter dan saluran udara baterai secara berkala setahun sekali.
-
Gunakan oli kompresor khusus ND-11 agar tidak terjadi korsleting sistem elektrik.
Suara.com - Mobil hybrid kini menjadi primadona baru di pasar otomotif Indonesia berkat efisiensi bahan bakar dan kenyamanannya. Namun, banyak pemilik yang salah kaprah menganggap mobil hybrid minim perawatan seperti mobil listrik murni (EV), padahal mobil ini memiliki dua "nyawa" yang harus dijaga: mesin bensin dan sistem listriknya.
Sistem pendinginan baterai hybrid di Indonesia umumnya mengambil udara dari kabin. Artinya, kebiasaan pengemudi di dalam kabin berdampak langsung pada umur baterai yang harganya puluhan juta rupiah.
Jika Anda pemilik atau berencana meminang mobil hybrid, jangan sampai boncos karena salah perlakuan.
Berikut adalah panduan perawatan spesifik agar performa tetap prima dan nilai jual kembali tetap tinggi.
1. Jaga Suhu Kabin Tetap Dingin
Berbeda dengan mobil biasa, AC di mobil hybrid bukan hanya untuk mendinginkan penumpang, tapi juga nyawa bagi baterai.
Angin dingin dari kabin akan ditarik ke belakang untuk mendinginkan baterai hybrid sebelum dibuang kembali.
Jika Anda tipe orang yang tidak suka AC terlalu dingin, ini bisa menjadi masalah jangka panjang bagi baterai. Pastikan suhu kabin selalu sejuk agar baterai tidak overheat saat bekerja keras.
2. Wajib "Baterai Service" (Pembersihan Berkala)
Baca Juga: 31 Produsen Mobil Baru Terbaik 2025: Minim Masuk Bengkel, Honda & Toyota Bukan Teratas
Ibarat laptop yang sudah dipakai lama, kipas pendinginnya pasti akan meraung kencang karena tertutup debu.
Hal yang sama terjadi pada sistem pendinginan baterai hybrid. Debu, serpihan tisu, atau sampah plastik kecil di kabin bisa tersedot dan menutup saluran pendingin.
Lakukan pembersihan baterai (battery service) setidaknya setahun sekali atau dua kali tergantung intensitas pemakaian.
3. Cek Filter Udara Baterai
Banyak pemilik tidak tahu bahwa beberapa mobil hybrid memiliki filter udara khusus untuk jalur pendinginan baterai.
Jika filter ini mampet, angin tidak bisa masuk, dan baterai akan cepat panas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Update Lengkap Harga Mobil Hyundai April 2026: Dari Stargazer hingga IONIQ 5, Cek di Sini!
-
5 Mobil Listrik Baru yang Lebih Murah dari Brio RS Mulai Rp170 Jutaan
-
Nggak Perlu Mahal! Ini 5 Mobil dengan Fitur Keselamatan ADAS
-
Pabrikan Otomotif Jepang Hengkang dari Thailand, Indonesia Kena Imbas?
-
Segini Harga Motor Listrik Kawasaki Terbaru, seperti Apa Spesifikasinya?
-
Desain Kembar Identik Mesin Beda Kelas, Inikah Penantang Yamaha Aerox?
-
Misteri Kode P, Apakah Ini Senjata Baru Mitsubishi Jegal Rival SUV Kompak?
-
Pertamax Turbo Tembus Rp19 Ribu, Mencampur BBM dengan Oktan Rendah Jadi Solusi?
-
Changan Lumin vs BYD Atto 1, Mending Mana? Simak Spesifikasi dan Harganya di Sini
-
Cek Skema Kredit Polytron Fox 500 2026, Solusi Motor Listrik Mewah Tanpa Kantong Jebol