Otomotif / Mobil
Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:48 WIB
Denza B5 berkemungkinan besar akan diluncurkan di Indonesia dalam waktu dekat. Mobil PHEV ini sudah memiliki varian setir kanan dan sistem antarmuka berbahasa Indonesia. [Suara.com/BYD Motor Indonesia]
Baca 10 detik
  • BYD, produsen EV Tiongkok, berencana membawa teknologi plug-in hybrid (PHEV) ke Indonesia setelah dua tahun hanya menjual mobil listrik murni.
  • Keputusan ini didasari pertimbangan atas komentar pelanggan mengenai keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.
  • BYD juga sangat mungkin meluncurkan SUV premium berbasis PHEV sub-merek Denza B5 yang telah disiapkan untuk pasar Indonesia.

Suara.com - BYD, produsen mobil listrik (EV) terbesar dunia asal Tiongkok, mengungkap rencananya memboyong teknologi plug-in hybrid-nya (PHEV) ke Indonesia setelah selama dua tahun hanya menjual EV di Tanah Air. Di China sendiri mobil hybrid BYD, yang menggunakan teknologi Dual Mode (DM) lebih laris ketimbang mobil listrik murni (BEV).

General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang mengungkap perusahaan tengah memikirkan waktu yang tepat untuk meluncurkan teknologi kombinasi motor listrik dan mesin bensin tersebut di Indonesia.

“Mengenai waktunya, kami sekarang sedang memikirkan kapan, dengan cara apa kami dapat mempromosikan dan memperkenalkan teknologi DM ke pasar Indonesia.” kata Liu di Zhengzhou, China, Kamis malam (15/1/2026).

Liu menyebut, bahwa dalam satu tahun terakhir pabrikan Tiongkok tersebut mendengar komentar pelanggan mengenai kondisi infrastruktur EV di Indonesia yang masih terbatas. Hal ini menjadi pertimbangan BYD untuk memboyong teknologi yang lebih fleksibel tersebut.

“Dalam satu tahun terakhir, kami juga menerima beberapa komentar dari pelanggan mengenai infrastruktur pengisian daya yang kurang memadai. Oleh karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena itu, kami akan mempertimbangkan untuk menghadirkan kendaraan bertenaga DM kepada pelanggan kami.” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, BYD juga memberikan sinyal kuat bahwa SUV off-road berbasis PHEV dari sub-merek premiumnya, Denza B5, untuk masuk dan dipasarkan di Indonesia.

“Cukup memungkinkan bahwa kami akan membawa dan memperkenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia, sangat, sangat mungkin,” imbuh Liu.

Suara.com sendiri telah berkesempatan menyaksikan Denza B5 yang sudah menggunakan setir kanan serta memiliki sistem antarmuka berbahasa Indonesia. Tanda-tanda bahwa mobil ini sudah disiapkan untuk pasar Tanah Air.

Jika benar-benar membawa mobil PHEV ke Indonesia, maka BYD akan mengikut jejak beberapa merek lain asal China dan Jepang yang sebelumnya telah memperkenalkan teknologi canggih tersebut di Tanah Air.

Baca Juga: Mending Karimun 'Kotak' atau BYD Atto 1? Sama-sama Hemat, Tapi Awas Jebakan Ini

Mitsubishi barang kali salah satu pabrikan yang paling awal membawa mobil PHEV di Indonesia lewat Outlander. Tapi SUV canggih ini kurang laris karena karena harganya terlalu mahal.

Beberapa merek China lainnya seperti Chery dan Geely juga sudah memperkenalkan mobil PHEV mereka di Tanah Air dan pasar PHEV sendiri kini mulai naik drastis.

Berdasarkan laporan bulanan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan elektrifikasi di 2025 meningkat menjadi 175.144 unit dari 103.228 unit pada tahun 2024.

Pangsa pasar kendaraan elektrifikasi, yang meliputi model Hybrid Vehicle (HEV), PHEV, dan BEV meningkat dari 11,9 persen pada 2024 menjadi 21,8 persen pada tahun 2025.

Perinciannya, penjualan HEV naik dari 59.903 unit pada 2024 menjadi 65.943 unit pada 2025; penjualan PHEV melonjak dari hanya 136 unit menjadi 5.270 unit; dan penjualan BEV meningkat dua kali lipat lebih dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit.

Pangsa pasar HEV naik dari 6,9 persen menjadi 8,2 persen; BEV meningkat signifikan dari 5 persen menjadi 12,9 persen; dan pasar PHEV juga meningkat menjadi 0,7 persen pada tahun 2025.

Load More