- Yamaha RX 350 Sport, motor 2-tak tahun 1970–1972, dijuluki "giant killer" karena performa di Jepang dan India.
- Motor ini memiliki mesin 348 cc parallel twin cylinder 2-tak yang menghasilkan 36 hp, sangat bertenaga pada masanya.
- Dengan bobot ringan 141 kg, RX 350 unggul menghadapi moge 4-tak, menjadikannya senior legendaris sebelum RX-King.
Karakter suara mesin 2-tak twin cylinder juga jadi daya tarik tersendiri, menggelegar dan berbeda dari RX-King yang lebih populer di Indonesia.
RX King Harus Mengakui Senioritas
Di Indonesia, RX-King memang jadi ikon yang tak tergantikan. Namun jika melihat sejarah, RX 350 adalah “kakak” yang lebih dulu menunjukkan betapa ganasnya motor 2-tak Yamaha.
Dengan tenaga lebih besar, kapasitas mesin lebih tinggi, dan reputasi internasional sebagai “giant killer”, RX 350 layak disebut legenda yang membuat RX-King harus “sungkem” dulu.
Meski tidak masuk resmi ke pasar Indonesia, RX 350 tetap jadi bagian penting dari sejarah Yamaha. Motor ini menunjukkan bahwa era keemasan 2-tak bukan hanya soal RX-King, tapi juga tentang bagaimana Yamaha berani melawan moge dengan motor yang lebih kecil namun jauh lebih beringas.
Berita Terkait
-
Naksir Pajero Sport Baru? Sebelum Beli, Intip Dulu Pesona GWM Tank Bekas, Harga Mirip!
-
Yamaha LEXi LX 155 Kini Adopsi Warna Baru Milik XMAX dan NMAX TechMax
-
5 Motor Bekas Yamaha Harga Rp3 Jutaan, Cocok untuk Kendaraan Harian
-
5 Motor Seirit Honda BeAT untuk Harian dan Perjalanan Jauh, Kantong Tetap Aman!
-
Terpopuler: 5 Mobil Honda Bekas yang Jarang Rewel, Motor Kopling Paling Kuat Nanjak
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan