- Mesin L15A i-VTEC bertenaga 120 dk dengan transmisi matik konvensional yang lebih tangguh dari CVT.
- Desain timeless dan kabin luas dengan fitur Ultra Seat yang fungsional untuk aktivitas harian.
- Penyakit umum hanya seputar usia pakai seperti motor fan dan rack steer yang mudah diperbaiki.
Suara.com - Bagi pencinta otomotif, Honda Jazz generasi kedua dengan kode bodi GE8 masih memegang takhta tersendiri. Meski usianya sudah tidak muda, hatchback 1.500 cc ini sering disebut sebagai pilihan paling tepat, bahkan jika dibandingkan dengan rival terberatnya saat itu, Toyota Yaris 'Bakpao'.
Alasannya sederhana namun krusial: bensin irit, kabin luas, performa mesin oke, dan desainnya yang dinilai masih sangat "ganteng" hingga hari ini.
Dapur Pacu Agresif dan Transmisi 'Badak'
Keunggulan utama Jazz GE8 terletak pada jantung pacunya. Mobil ini dibekali mesin berkode L15A berkapasitas 1.500 cc 4-silinder dengan teknologi i-VTEC SOHC.
Mesin ini mampu memuntahkan tenaga maksimum 120 dk pada 6.600 rpm dan torsi puncak 145 Nm pada 4.400 rpm.
Berkat teknologi i-VTEC andalan Honda, tenaga yang dihasilkan tergolong agresif, tetapi tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Mesin L15A terkenal irit dan bertenaga, dibanding kompotitor.
Namun, poin paling menarik bagi pemburu mobil bekas adalah sektor transmisinya.
Berbeda dengan generasi pertama (GD3) atau generasi ketiga (GK5) yang menggunakan CVT, Jazz GE8 menggunakan transmisi otomatis konvensional 5-percepatan (selain opsi manual).
Baca Juga: 5 Mobil Mirip Isuzu Panther yang Irit BBM dan Bandel untuk Jangka Panjang
Transmisi matik konvensional ini dinilai memiliki daya tahan yang jauh lebih baik dan "bandel".
Desain Timeless dan Kabin Ajaib
Kelebihan lain yang membuat harga jualnya stabil adalah desain eksterior dan interior. Dibandingkan pendahulunya, Jazz GE8 lebih aerodinamis dan sporty.
Tidak heran jika pangsa pasarnya sangat kuat di kalangan anak muda.
Masuk ke interior, nuansa sporty terasa kental dengan dominasi warna hitam dan lis silver.
Meski keluaran tahun 2008, desain dasbornya tidak terasa jadul dan masih relevan untuk standar mobil masa kini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Tetap Tampil Kalcer saat Berkendara dengan Skutik Bergaya Retro Modern
-
Bea Balik Nama Kendaraan Gratis Mulai Berlaku Kapan? Urusan Jual Beli Kendaraan Kini Makin Ringan
-
5 Mobil MPV Bekas Budget Rp100 Juta ke Bawah: Spek Serbaguna, Harga Menggoda
-
5 Mobil Honda Bekas Terbaik untuk Mudik Lebaran 2026, Anti Loyo dan Irit Bahan Bakar
-
Mau Angkut Keluarga Besar atau Kelayapan Sendiri? Ini 6 Mobil Bekas Awet tapi Ekonomis dari Nissan
-
Mesin Bandel untuk Kerja Rodi Harian: Ini 5 Mobil Mitsubishi Bekas, dari yang Irit hingga Offroad
-
Seberapa Irit Suzuki Fronx? Intip Konsumsi BBM, Spesifikasi, Harga Bekas hingga Pajaknya
-
Honda CR-V vs Nissan X-Trail Bekas, Mana SUV Paling Tangguh untuk Keluarga?
-
Tanggapan Konsumen Setelah Pilih Wuling Darion EV Sebagai Mobil Keluarga
-
5 Motor Bekas Sensasi ala XMax tapi Harga Rasa Scoopy