- Mesin L15A i-VTEC bertenaga 120 dk dengan transmisi matik konvensional yang lebih tangguh dari CVT.
- Desain timeless dan kabin luas dengan fitur Ultra Seat yang fungsional untuk aktivitas harian.
- Penyakit umum hanya seputar usia pakai seperti motor fan dan rack steer yang mudah diperbaiki.
Fitur andalannya tentu saja kelegaan kabin. Leg room dan head room belakang sangat luas, ditambah fitur Ultra Seat di mana jok baris kedua bisa dilipat rata lantai.
Kepopuleran mobil ini pada masanya bahkan melahirkan julukan unik. Saking banyaknya disenangi kaum muda, ada kelakar bahwa Jazz GE8 adalah modal untuk memikat pasangan.
Ya memang dulu istilahnya begitu, namun sekarang memang sudah kalah dengan Brio.
Selain gaya, mobil ini juga menawarkan sensasi berkendara yang fun to drive. Pengemudi dimanjakan dengan fitur paddle shift di setir (tiptronic), memungkinkan perpindahan gigi secara manual untuk akselerasi yang lebih responsif.
Durabilitas Jangka Panjang
Bagi Anda yang mencari mobil untuk pemakaian jangka panjang, Jazz GE8 adalah investasi yang menarik.
Mobil ini (JAzz GE8) masih sangat layak lah buat dipakai 5 sampai 10 tahun ke depan, karena perawatan mudah, desainnya lumayan bagus, aerodinamis, konsumsi BBM irit, nyari yang kayak gini tidak ditemukna di kompetitor.
Selain mesin dan transmisi yang kuat, ketersediaan suku cadang mobil ini masih melimpah karena banyak komponen yang berbagi (sharing) dengan model Honda lainnya.
Perawatan rutinnya pun dinilai tidak merepotkan.
Baca Juga: 5 Mobil Mirip Isuzu Panther yang Irit BBM dan Bandel untuk Jangka Panjang
Penyakit Khas Faktor Usia
Meski dikenal tangguh, calon pembeli tetap harus waspada terhadap penyakit akibat faktor usia (aging). Kelemahan yang sering ditemui biasanya ada pada motor fan radiator yang mulai melemah.
Raditor fan karena faktor umur, jadi mesin panas dan ngaruh juga ke AC jadi enggak dingin, karena kan umur elektrik kita enggak tahu tiba-tiba mati.
Selain itu, sektor kaki-kaki, khususnya rack steer, juga perlu perhatian ekstra. Masalah ini sering muncul akibat penundaan perbaikan pada komponen kaki-kaki lainnya.
Rack steer biasanya pengaruh dari kaki-kaki juga, kaki-kaki sudah ada gejala tapi enggak buru-buru diberesin, akhirnya merambat ke setir.
Hal ini wajar mengingat penggerak roda depan (FWD) memiliki tumpuan beban di depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Transformasi Bisnis Cargloss Group dari Cat Otomotif Sampai Manufaktur Helm
-
5 Fakta Keras Mendagri Paksa Gubernur se-Indonesia Hapus Pajak Kendaraan Listrik, Apa Saja?
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Paling Irit dan Ringan Pajak di 2026
-
Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
-
Mirip Aerox, Yamaha Rilis Skutik Dek Rata Pakai Lampu Projie LED dan Punya Bagasi Helm Full Face
-
5 Mobil Sunroof Murah 2026, Ada Pilihan Baru dan Bekas Mulai Rp150 Jutaan
-
Mendagri Ngotot Hapus Semua Pajak Mobil Listrik di Daerah, Angin Segar Dunia EV Tanah Air
-
Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?
-
5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah
-
Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia