- Suzuki menjual pabrik Rayong di Thailand kepada Ford senilai US$3,9 miliar selama 30 tahun.
- Suzuki menghentikan produksi lokal Thailand karena dominasi Jepang menurun akibat gempuran mobil listrik China.
- Ford mengakuisisi pabrik tersebut untuk memperkuat rencana ekspansi produksi dan ekspor kendaraan di Asia Tenggara.
Suara.com - Industri otomotif global sedang mengalami pergeseran besar. Setelah kabar Nissan melepas pabriknya di Afrika Selatan ke Chery, kini giliran Suzuki yang resmi menjual pabriknya di Rayong, Thailand, kepada Ford.
Langkah ini menandai berakhirnya produksi Suzuki di Thailand setelah bertahun-tahun diterpa rumor dan penurunan performa.
Menurut laporan DSF kesepakatan ini sudah difinalisasi beberapa hari lalu. Ford akan membayar sekitar US$3,9 miliar atau setara Rp65,4 triliun (dihitung dengan kurs Rp16.770 per dolar AS) selama 30 tahun untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Pabrik Suzuki sendiri berdiri di lahan seluas 163 acre dengan bangunan pabrik 65.000 meter persegi.
Lokasinya sangat strategis karena berada tepat di sebelah fasilitas Ford Thailand Manufacturing, yang selama ini menjadi pusat produksi Ranger dan Everest di kawasan ASEAN.
Dengan akuisisi ini, Ford memperkuat rencana “Ford+” yang bertujuan menambah fleksibilitas jaringan produksi mereka di Asia Tenggara.
Suzuki Terdesak di Thailand
Menurut laporan, dominasi merek Jepang di Thailand memang terus menurun. Pada 2020, hampir 90 persen pasar otomotif Thailand dikuasai merek Jepang.
Namun, tahun lalu angkanya turun drastis menjadi di bawah 70 persen. Penyebab utamanya adalah gempuran mobil listrik asal China yang semakin populer dan menggantikan peran mobil kecil Jepang.
Baca Juga: Berapa Biaya Balik Nama Mobil? Pahami Dulu Syarat dan Prosesnya
Suzuki sendiri sudah lama kesulitan di Thailand. Pabrik Rayong awalnya dibangun untuk memproduksi Swift, Ciaz, dan Celerio, sesuai program “eco-car” Thailand yang memberi insentif pajak untuk kendaraan rendah emisi.
Namun, seiring waktu, penjualan terus melemah. Kapasitas produksi pabrik mencapai 60.000 unit per tahun, tetapi pada 2024 hanya mampu menghasilkan 4.400 unit, alias hanya 10 persen dari kapasitas maksimal.
Fokus Baru Suzuki
Dengan penjualan ini, Suzuki resmi menghentikan produksi di Thailand. Namun, Suzuki Motor Thailand tetap beroperasi sebagai entitas bisnis, hanya saja fokusnya bergeser ke impor mobil CBU dari Jepang, India, dan Indonesia.
Suzuki juga berencana menghadirkan model hybrid untuk mendukung target netral karbon Thailand.
Sementara itu, operasi CKD (completely knocked down) akan dipusatkan di Indonesia dan India, dua pasar besar yang masih memberikan ruang bagi Suzuki untuk berkembang.
Berita Terkait
-
Berapa Biaya Balik Nama Mobil? Pahami Dulu Syarat dan Prosesnya
-
4 Alasan Honda Jazz RS 2016 Disebut 'Mobil Penakluk Wanita', Pilihan Tepat Pemuda Pencari Jodoh
-
Strategi Daihatsu Kejar Target Netral Karbon Lewat Investasi Pabrik dan Produk Ramah Lingkungan
-
5 Mobil SUV Daihatsu Bekas untuk Jangka Panjang, Mesin Bandel dan Murah Perawatan
-
Bedah Tuntas Mobil Irit Suzuki Bertampang Ala 'Mini Cooper', Wagon R Lewat Dulu
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Isuzu Panther Grand Touring Harga Berapa? Ini Harga dan Spesifikasinya
-
Simulasi Kredit Yamaha X-Ride DP Sejutaan: Cara Punya Motor Cicilan Ringan
-
Isuzu Panther Jenis Mobil Apa?
-
Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
-
5 Mobil Bekas 1200cc Termurah Mulai 80 Juta Cocok untuk Dipakai Lama: Irit, Mudah Dirawat
-
Strategi Harga GAC Indonesia di Tengah Ketidakpastian Insentif Mobil Listrik
-
6 Kerusakan yang Sering Terjadi pada Isuzu Panther, Raja Diesel Legendaris
-
Mercedes-Benz Club Bekasi Raya Gelar Musda dan Tunjuk Presiden Baru
-
Produsen Pikap Koperasi Merah Putih Kini Luncurkan Mobil Batman
-
Hino Pasok 10.000 Unit Truk untuk Koperasi Desa Merah Putih