Otomotif / Mobil
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40 WIB
All New Kijang Innova Zenix Hybrid EV. (Dok: Toyota)
Baca 10 detik
  • Mobil hybrid yang jarang dipakai justru membuat baterai cepat rusak total.
  • Filter udara baterai kotor sebabkan overheating dan perpendek umur komponen vital.
  • Hindari paksa mode EV saat baterai kritis agar sel tidak tekor.

Suara.com - Tren mobil hybrid di Indonesia makin menjamur, mulai dari Toyota Innova Zenix, Suzuki Ertiga Hybrid, hingga Wuling Almas. Irit bahan bakar dan ramah lingkungan jadi alasan utama orang beralih ke teknologi ini.

Namun, banyak pemilik yang belum paham bahwa memperlakukan mobil hybrid sama persis dengan mobil bensin konvensional adalah kesalahan fatal.

Sistem hybrid memiliki kompleksitas tersendiri, terutama pada komponen baterai dan motor generator.

Salah perlakuan sedikit saja, biaya perbaikan yang harus Anda keluarkan bisa sangat menguras kantong.

Berdasarkan pengalaman dari bengkel spesialis, berikut adalah 6 kebiasaan buruk yang sering dilakukan pemilik mobil hybrid dan berpotensi merusak kendaraan:

1. Membiarkan Mobil "Mangkrak" Terlalu Lama

Berbeda dengan mobil biasa yang hanya butuh jumper aki jika mogok, mobil full hybrid (seperti Camry atau Zenix) menggunakan motor generator untuk menyalakan mesin.

Jika mobil didiamkan berminggu-minggu, baterai hybrid akan kosong (tekor).

Akibatnya: Mobil mati total dan tidak bisa distarter sama sekali. Anda tidak bisa sembarangan melakukan jump start, melainkan harus memanggil teknisi khusus untuk mengisi daya baterai satu per satu secara manual. Ingat, mobil hybrid didesain untuk penggunaan harian (daily use).

Baca Juga: Innova Zenix Belum Tergoyahkan dari Posisi Mobil Hybrid Terlaris di Indonesia

2. Gaya Mengemudi Agresif Saat Mesin Dingin

Mobil hybrid seringkali berjalan hening menggunakan baterai di awal. Namun, saat kecepatan menyentuh angka tertentu (misalnya di atas 40-80 km/jam), mesin bensin akan menyala (engage) secara otomatis untuk membantu dorongan.

Kesalahannya: Jika Anda langsung menginjak gas dalam-dalam (bejek gas) saat pagi hari, mesin bensin akan "kaget".

Oli belum melumasi seluruh komponen mesin dengan sempurna, namun sudah dipaksa bekerja di RPM tinggi. Ini mempercepat keausan komponen internal mesin.

3. Terlalu Sering Perjalanan Jarak Pendek

Menggunakan mobil hybrid hanya untuk ke warung depan kompleks ternyata kurang sehat. Pada perjalanan sangat pendek, mesin bensin seringkali belum sempat mengisi ulang daya baterai secara optimal sebelum mobil dimatikan kembali.

Load More