Otomotif / Mobil
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:32 WIB
Ilustrasi mesin mobil. (Pexels/Tim Samuel)
Baca 10 detik
  • Oli CVT krusial untuk transmisi mobil modern karena berfungsi menjaga komponen, mendinginkan, serta memastikan kerja sabuk dan pulley optimal.
  • Oli pabrikan (OEM) menjamin kompatibilitas dan menjaga garansi, meskipun harganya cenderung mahal dan ketersediaannya terbatas.
  • Oli after market menawarkan harga lebih kompetitif namun memerlukan kehati-hatian dalam pemilihan agar sesuai spesifikasi mobil.

Faktor yang Harus Diperhatikan

  • Spesifikasi – Pastikan oli sesuai standar yang tercantum di buku manual mobil.
  • Viscosity dan aditif – Oli CVT punya formula berbeda dengan oli AT atau MT. Jangan sampai tertukar.
  • Frekuensi penggantian – Idealnya setiap 40.000–50.000 km, atau lebih cepat jika mobil sering dipakai di kondisi berat.
  • Garansi – Jika mobil masih dalam masa garansi, sebaiknya tetap pakai oli pabrikan agar klaim tidak bermasalah.

Jadi, Mana yang Lebih Aman?

Secara umum, oli pabrikan tetap jadi pilihan paling aman karena dirancang sesuai kebutuhan transmisi mobil. Namun, oli after market bisa dipertimbangkan jika sudah melewati masa garansi, dengan catatan harus memilih merek terpercaya dan sesuai spesifikasi.

Load More