- IHSG mencatatkan salah satu penurunan harian terdalamnya tahun ini, merosot tajam hingga 7,63% ke level 8.295,37.
- IHSG terpantau kehilangan 684,86 poin.
- Sentimen negatif utama yang menjadi motor penggerak aksi jual masif ini adalah pengumuman mendadak dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Suara.com - Pasar modal Indonesia diguncang hebat pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan salah satu penurunan harian terdalamnya tahun ini, merosot tajam hingga 7,63% ke level 8.295,37. Kejatuhan ini terjadi hanya dalam kurun waktu beberapa jam setelah pembukaan perdagangan, memicu kekhawatiran masif di kalangan investor domestik maupun ritel.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 11.14 WIB, IHSG terpantau kehilangan 684,86 poin. Padahal, pada penutupan sebelumnya, indeks masih bertengger nyaman di level 8.980,23. Tekanan jual yang sangat agresif mulai terasa sejak bel pembukaan, di mana indeks sempat menyentuh titik terendahnya di 8.286,88.
Pemicu Utama: "Shockwave" dari MSCI
Sentimen negatif utama yang menjadi motor penggerak aksi jual masif ini adalah pengumuman mendadak dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga penyedia indeks global tersebut memutuskan untuk melakukan pembekuan sementara (freeze) terhadap penilaian free float bagi saham-saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Keputusan MSCI ini bukan tanpa alasan. Mereka menyoroti dua isu krusial yang selama ini menjadi perhatian investor institusi dunia:
- Transparansi Kepemilikan Saham: Adanya keraguan mengenai siapa pengendali sebenarnya di balik sejumlah saham dengan kapitalisasi besar.
- Likuiditas Pasar: Kekhawatiran bahwa jumlah saham yang benar-benar beredar di publik (free float) tidak mencerminkan kondisi riil, sehingga menyulitkan investor besar untuk masuk atau keluar dari posisi mereka tanpa menggerakkan harga secara ekstrem.
Jika menilik data teknikal hari ini, volatilitas pasar sangat tinggi. IHSG dibuka pada level 8.393,51 dan sempat mencoba menguat ke posisi 8.596,17 sebelum akhirnya terhempas oleh tekanan jual asing. Penurunan sebesar 7,63% dalam satu hari perdagangan adalah angka yang sangat signifikan dan jarang terjadi di luar masa krisis ekonomi global.
Sebagai perbandingan, dalam rentang 52 minggu terakhir, IHSG sempat mencapai puncaknya di level 9.174,47. Namun, koreksi hari ini membawa indeks mendekati zona bahaya, meski masih berada di atas level terendah satu tahunnya di 5.882,60.
Keputusan MSCI ini memicu ketakutan bahwa Indonesia akan kehilangan daya saingnya dibandingkan pasar negara berkembang (emerging markets) lainnya seperti India atau Vietnam. Jika bobot Indonesia dipangkas, maka dana kelolaan asing yang mengacu pada indeks MSCI secara otomatis akan mengalir keluar dari pasar saham tanah air (capital outflow).
Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas bursa dan regulator terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah-langkah stabilisasi yang akan diambil. Para pelaku pasar kini menanti kejelasan transparansi yang diminta oleh pihak global agar kepercayaan investor dapat segera pulih.
Baca Juga: Saham BBCA Ambyar, Cetak Rekor Terburuk Sejak Era Pandemi COVID-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Program Gentengisasi Prabowo Dongkrak Permintaan Genteng di Sentra Majalengka
-
Bukan Beban, Kemnaker Sebut Mudik Bersama Investasi bagi Produktivitas Karyawan
-
Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
OJK Jatuhkan Denda Rp5,6 Miliar dalam Kasus IPO POSA, Benny Tjokro Disanksi Seumur Hidup
-
Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp24,33 triliun
-
Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Cerminkan Perbaikan Ekonomi dan Administrasi
-
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
Pensiunan Diincar Penipu Jelang Lebaran, Komisaris TASPEN Ariawan Ungkap Modusnya
-
Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan ke AS, Pasokan Dijamin Aman
-
Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha