- Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa akan berusaha membuat IHSG kembali bergairah.
- Diketahui IHSG sudah anjlok atau minus 7,83 persen dan berada di level 8.277.
- Sentimen negatif utama yang menjadi motor penggerak aksi jual masif ini adalah pengumuman mendadak dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan menjaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk zona hijau. Hal ini dikarenakan, pergerakan indeks sudah anjlok atau minus 7,83 persen atau berada di level 8.277.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa akan berusaha membuat IHSG bergairah.
"Pada intinya kita akan melakukan segala effort dan kerjasama dengan semua stakeholder untuk follow up hal-hal yang dipandang perlu terkait dengan perusahaan," katanya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dia pun memastikan akan menjaga IHSG tidak anjlok lebih dalam. Sebab, BEI akan berusaha menjaga pasar modal menghijau.
"Kita akan follow up. Lihat kondisinya," katanya
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan Pelemahan IHSG hari ini terjadi menyusul pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait metodologi penghitungan free float saham Indonesia
"Terkait dengan pengumuman dari MSCI pagi ini, OJK, IDX, dan KSEI akan terus melalukan diskusi dengan MSCI," bebernya.
Sebagai informasi, Sentimen negatif utama yang menjadi motor penggerak aksi jual masif ini adalah pengumuman mendadak dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga penyedia indeks global tersebut memutuskan untuk melakukan pembekuan sementara (freeze) terhadap penilaian free float bagi saham-saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jika menilik data teknikal hari ini, volatilitas pasar sangat tinggi. IHSG dibuka pada level 8.393 dan sempat mencoba menguat ke posisi 8.596 sebelum akhirnya terhempas oleh tekanan jual asing. Penurunan sebesar 7,63 persen dalam satu hari perdagangan adalah angka yang sangat signifikan dan jarang terjadi di luar masa krisis ekonomi global.
Baca Juga: IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Sebagai perbandingan, dalam rentang 52 minggu terakhir, IHSG sempat mencapai puncaknya di level 9.174. Namun, koreksi hari ini membawa indeks mendekati zona bahaya, meski masih berada di atas level terendah satu tahunnya di 5.882.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui