- Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 didorong kuat oleh kinerja positif industri kendaraan bermotor dan mesin.
- Respon positif industri terhadap usulan insentif otomotif serta peningkatan investasi industri pengolahan menopang IKI.
- Sebanyak 20 dari 23 subsektor industri pengolahan berada dalam fase ekspansi, menyumbang signifikan PDB nonmigas.
Suara.com - Kinerja Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 terdongkrak kuat oleh subsektor industri kendaraan bermotor serta industri mesin dan perlengkapan. Kedua subsektor tersebut mencatatkan nilai IKI tertinggi dan menjadi penopang utama penguatan kepercayaan industri di awal tahun.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Febri Hendri Antoni Arief, menyampaikan industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer menjadi salah satu subsektor dengan performa paling solid pada Januari 2026.
Selain otomotif, subsektor industri mesin dan perlengkapan juga mencatatkan nilai IKI tinggi. Kondisi ini mengindikasikan aktivitas industri yang tidak hanya bertumpu pada produksi akhir, tetapi juga pada penguatan sektor hulu dan penunjang manufaktur.
“Kenaikan angka IKI pada subsektor ini juga dipengaruhi oleh respons positif pelaku industri terhadap surat Menteri Perindustrian kepada Menteri Keuangan,” ujar Febri, mengaju pada surat berisi usulan insentif untuk industri otomotif pada 2026.
Meski demikian, Febri menegaskan usulan tersebut masih berada dalam proses pembahasan antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pemerintah masih mencermati berbagai aspek sebelum mengambil keputusan lanjutan.
Penguatan subsektor otomotif dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan dan aktivitas logistik, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Respons positif pelaku industri mencerminkan ekspektasi terhadap iklim usaha yang lebih kondusif sepanjang 2026.
Sementara itu, menguatnya subsektor industri mesin dan perlengkapan dibaca sebagai sinyal awal ekspansi kapasitas industri nasional. Kinerja subsektor ini kerap menjadi indikator investasi baru maupun peremajaan fasilitas produksi di sektor manufaktur.
Febri menambahkan, penguatan IKI juga ditopang oleh meningkatnya realisasi investasi industri pengolahan. Pada Triwulan IV 2025, investasi industri pengolahan tercatat mencapai Rp218,2 triliun dan menyumbang 43,9 persen terhadap total investasi nasional.
Selain itu, kenaikan impor barang modal sebesar 17,27 persen secara tahunan pada November 2025 turut memperkuat indikasi ekspansi kapasitas dan modernisasi mesin di sektor industri. Pergerakan ini menunjukkan pelaku usaha mulai bersiap menghadapi peningkatan permintaan.
Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Berbasis Bahan Baku Lokal, Toyota: Industri Domestik Siap?
Dari sisi struktur industri, penguatan subsektor otomotif dan mesin memperlihatkan perbaikan yang relatif merata. Dari total 23 subsektor industri pengolahan, sebanyak 20 subsektor berada di fase ekspansi dan hanya tiga subsektor yang masih mengalami kontraksi.
Subsektor yang berada di zona ekspansi tersebut memberikan kontribusi sebesar 94,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan nonmigas. Hal ini menegaskan peran dominan sektor manufaktur dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Tekanan Fiskal Semakin Berat, Kemenperin Tak Lagi Ngotot Minta Insentif Otomotif
-
Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Tujuan Ekspor Mobil China Terbanyak di Dunia
-
Terpopuler: Wali Kota Selamat usai Ditembak RPG Mobil Bikin Penasaran, Suzuki Terdepak dari Thailand
-
Modifikasi Toyota 86 Indonesia Siap Gebrak Pameran Osaka Auto Messe 2026
-
Indonesia Jadi Pusat Produksi Ban Dunia Lewat Peresmian Pabrik Baru Sailun Group di Demak
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik