- Sailun Group meresmikan pabrik ban di Demak, Jawa Tengah, pada 18 Januari 2026, menelan investasi $251,44 juta.
- Fasilitas baru ini akan memproduksi ban radial untuk berbagai jenis kendaraan dengan target kapasitas awal signifikan.
- Operasional pabrik bertujuan membangun ekosistem produk terintegrasi dan meningkatkan layanan responsif bagi pasar Asia Tenggara.
Suara.com - Sailun Group memperkuat cengkeramannya di pasar otomotif Asia Tenggara dengan meresmikan fasilitas pabrik ban di Demak, Jawa Tengah. Langkah strategis ini menempatkan Indonesia sebagai pusat produksi dan distribusi ban utama untuk kawasan Asia Pasifik.
Peresmian yang berlangsung pada Minggu 18 Januari 2026 ini dihadiri oleh jajaran direksi Sailun Group serta perwakilan pemerintah Indonesia. Sailun Group menggelontorkan investasi senilai 251,44 juta dolar Amerika Serikat ini dikelola oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia.
Pabrik tersebut akan memproduksi berbagai jenis ban radial mulai dari kendaraan penumpang, bus dan truk, hingga ban untuk alat berat. Pada tahap awal, kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai 3,6 juta ban untuk kendaraan penumpang dan 600 ribu ban untuk bus serta truk.
Kehadiran pabrik di Demak bukan hanya soal angka produksi saja. Fasilitas ini dirancang untuk membangun ekosistem produk dan layanan purna jual yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP, yang berakar pada semangat Made in Indonesia,” ungkap Eko Supriyatin selaku Direktur Sales dan Marketing PT Sailun Tire Indonesia, dikutip Senin (19/1/2025).
Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa operasional pabrik ini akan meningkatkan daya saing dalam memberikan layanan yang lebih cepat kepada para mitra bisnis dan konsumen.
“Ini bukan hanya perluasan kapasitas produksi, tetapi juga peningkatan kemampuan kami dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra,” ungkapnya.
Pertumbuhan pesat Sailun terlihat dari lonjakan penjualan global mereka yang menyentuh angka 3 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2022. Melalui pabrik baru di Indonesia, Sailun Group optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.
Baca Juga: Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Update Harga Mobil China Bekas Tahun Muda, Mana Paling Murah di 2026?
-
Grand Livina Bekas Vs Honda Mobilio 2015: Harga Beda Tipis, Mending Mana?
-
Rumor Motor Listrik BYD Terjawab Langsung dari Markas Zhengzhou
-
Senyaman Brio Seharga Motor 250cc? Cek Harga Mitsubishi Mirage 2014 Bekas
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Berfitur Sunroof di Bawah Rp100 Juta, Nyaman dan Tetap Stylish
-
Semewah Vespa Senyaman PCX? Intip Pesona Motor Matic Sport Edition 2026 dari Honda Buatan Italia
-
5 Rekomendasi SUV Bekas Ground Clearance Tinggi Rp90 Jutaan, Libas Banjir Tanpa Was-Was
-
Jangan Beli Motor Baru Dulu! Ini Daftar Harga NMAX Bekas yang Lebih Murah dari BeAT Baru
-
Hino Pertahankan Penguasaan Pasar Medium Duty Truck Indonesia
-
Berapa Konsumsi BBM GWM Tank Bekas? Harga Mirip Pajero Sport, Pajaknya Bikin Dompet Bergetar