- Karet wiper perlu diganti setiap 6 sampai 12 bulan karena kondisi tropis mempercepat keausan komponen tersebut.
- Tanda penggantian meliputi jejak air, suara berisik, karet retak, atau ketidakmampuan wiper menempel sempurna di kaca.
- Perawatan meliputi menghindari penggunaan pada kaca kering dan mengangkat wiper saat terpapar sinar matahari langsung.
Suara.com - Bagi banyak pemilik mobil, wiper sering dianggap sepele. Padahal, komponen kecil ini punya peran besar dalam menjaga visibilitas saat hujan deras atau jalan berkabut.
Karet wiper yang sudah aus bisa meninggalkan garis, berisik saat digunakan, bahkan gagal menyapu air dengan sempurna. Pertanyaannya, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mengganti karet wiper?
Wiper bekerja keras setiap kali hujan turun, dan kondisi cuaca tropis seperti di Indonesia membuat usia pakainya lebih singkat. Panas terik matahari bisa membuat karet cepat getas, sementara hujan deras membuatnya terus-menerus bergesekan dengan kaca.
Jika dibiarkan terlalu lama, bukan hanya pandangan yang terganggu, kaca mobil juga bisa tergores.
Secara umum, karet wiper dianjurkan diganti setiap 6–12 bulan sekali, tergantung intensitas pemakaian dan kondisi lingkungan.
Namun, ada beberapa tanda yang bisa jadi alarm bahwa wiper Anda sudah waktunya diganti.
Tanda-Tanda Wiper Harus Diganti
1. Meninggalkan Jejak Air
Jika setelah sekali sapuan masih ada garis air atau bercak di kaca, itu tanda karet wiper sudah tidak rata lagi. Permukaan yang aus membuat tekanan ke kaca tidak merata.
Baca Juga: Harga Beda Tipis, Mending BYD Atto 1 Baru atau Hyundai Ioniq 2019 Bekas?
2. Berisik Saat Digunakan
Suara berdecit atau gesekan kasar saat wiper bekerja biasanya muncul karena karet sudah mengeras. Selain mengganggu, kondisi ini bisa merusak kaca mobil.
3. Karet Retak atau Getas
Periksa fisik karet wiper. Jika terlihat retak, pecah, atau terasa keras saat disentuh, artinya wiper sudah kehilangan elastisitas.
4. Tidak Menempel Rapat di Kaca
Kadang wiper terlihat seperti melayang di sebagian area kaca. Ini menandakan karet sudah berubah bentuk atau pegas wiper melemah.
Berita Terkait
-
Harga Beda Tipis, Mending BYD Atto 1 Baru atau Hyundai Ioniq 2019 Bekas?
-
5 Pilihan Mobil Sedan Toyota Bekas Rp30 Jutaan Masih Layak Pakai
-
Kenapa Oli Mesin Mobil Mendadak Berwarna Seperti Kopi Susu?
-
Kabin Nyaman 5 Orang, Bensin Super Irit: Pesona Mobil Bekas Honda Seharga Matic Premium
-
Diam-Diam Harga Chery J6T Sudah Naik Rp 20 Juta Setelah Insentif Mobil Listrik Berakhir
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun