- Hyundai Ioniq 2019 bekas seharga Rp140–170 jutaan menawarkan tenaga 136 PS dan jarak tempuh 373 km, mengungguli Atto 1 dalam performa.
- BYD Atto 1 baru (Rp199–235 jutaan) unggul melalui fitur kekinian seperti VtoL, enam airbag, serta teknologi pengisian cepat DC 40 kW.
- Konsumen dapat memilih Ioniq bekas untuk efisiensi dan tenaga lebih baik, atau Atto 1 baru demi fitur modern dan jaminan garansi resmi.
Suara.com - Pasar mobil listrik di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya pilihan baru maupun bekas yang harganya makin terjangkau. Dua nama yang kini jadi bahan perbandingan adalah BYD Atto 1 dan Hyundai Ioniq Electric Signature 2019.
Keduanya sama-sama bermain di segmen EV kompak, dengan harga yang tidak jauh berbeda: Ioniq bekas dilepas di kisaran Rp140–170 jutaan, sementara Atto 1 baru dijual mulai Rp199 juta untuk varian Dynamic dan Rp235 juta untuk varian Premium.
Dengan selisih harga yang relatif tipis, konsumen yang mencari mobil listrik ekonomis tentu penasaran: mana yang lebih layak dipilih, Ioniq bekas yang sudah terbukti atau Atto 1 baru dengan fitur modern?
Hyundai Ioniq Electric Signature 2019
Hyundai Ioniq Signature 2019 hadir dengan gaya fastback liftback yang aerodinamis. Mobil ini menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous dengan tenaga 136 PS (134 hp) dan torsi 295 Nm. Baterainya berkapasitas 38,3 kWh, mampu menempuh jarak sekitar 373 km (NEDC).
Performa Ioniq cukup halus dengan kecepatan maksimal 165 km/jam, cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan antar kota.
Fitur premium seperti paddle shifter untuk regenerative braking, wireless charger, head unit 8 inci, dan panel AC digital membuatnya terasa modern meski sudah berusia beberapa tahun.
Kelebihan Ioniq ada pada efisiensi dan kenyamanan berkendara. Desain aerodinamis membantu konsumsi energi lebih hemat.
Namun, sebagai mobil bekas, kondisi baterai dan usia pakai perlu diperhatikan. Pajak tahunan juga relatif lebih rendah dibanding EV baru, sehingga biaya kepemilikan bisa lebih ringan.
Baca Juga: Toyota Urban Cruiser vs BYD Sealion 7 Performance: Harga Mirip, Mana yang Bisa Jalan Lebih Jauh?
BYD Atto 1
BYD Atto 1 hadir sebagai SUV kompak listrik dengan desain modern dan fitur kekinian. Varian Dynamic menggunakan baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km (NEDC), sementara varian Premium punya baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh hingga 380 km (NEDC).
Tenaga motor listriknya lebih kecil dibanding Ioniq, hanya 75 PS dengan torsi 135 Nm. Kecepatan maksimal 130 km/jam, tapi akselerasi 0–50 km/jam cukup gesit, hanya 4,9 detik. Dimensi Atto 1 lebih mungil, panjang 3.925 mm dengan wheelbase 2.500 mm, membuatnya lincah di perkotaan.
Fitur unggulan Atto 1 cukup menarik: Vehicle-to-Load (VtoL) 2,2 kW, 6 airbags, ABS + EBD, ESP, EPB, serta head unit berputar khas BYD. Varian Premium bahkan sudah dilengkapi wireless charging, NFC key, dan Bluetooth key. Pengisian cepat DC hingga 40 kW memungkinkan baterai terisi 20–80% dalam waktu sekitar 30 menit.
Kelebihan Atto 1 ada pada statusnya sebagai mobil baru dengan garansi penuh, fitur modern, dan teknologi pengisian cepat. Kekurangannya, tenaga mesin lebih kecil dibanding Ioniq, sehingga terasa kurang bertenaga di jalan tol.
Mana yang Lebih Menarik?
Hyundai Ioniq 2019 bekas menawarkan tenaga lebih besar, jarak tempuh kompetitif, dan harga lebih murah. Cocok untuk mereka yang ingin EV dengan performa mantap tanpa harus keluar biaya besar. Sementara BYD Atto 1 unggul di fitur modern, garansi baru, dan teknologi pengisian cepat, meski performanya lebih kalem.
Dengan harga beda tipis, pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan: Ioniq bekas untuk performa dan efisiensi, atau Atto 1 baru untuk fitur kekinian dan rasa aman dari garansi resmi.
Berita Terkait
-
Toyota Urban Cruiser vs BYD Sealion 7 Performance: Harga Mirip, Mana yang Bisa Jalan Lebih Jauh?
-
Diam-Diam Harga Chery J6T Sudah Naik Rp 20 Juta Setelah Insentif Mobil Listrik Berakhir
-
BYD Pilih Vietnam Perkuat Cengkraman di ASEAN Lewat Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik
-
GAC Indonesia Siapkan Mobil Listrik 7 Penumpang Baru dan Kirim Cepat Jelang Lebaran 2026
-
5 Mobil Listrik Terbaik untuk Ibu Rumah Tangga: Desain Mungil, Parkir Gampang, dan Irit
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mengamuk di Jepang! Pembuktian Buasnya Mesin CBR Series Bawa AHRT Borong Podium ARRC Motegi
-
Diam-diam Pasar Mobil PHEV Meledak di 2026, Naik Nyaris 400 Persen
-
Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya
-
Garansi Motor Yamaha Langsung Gugur saat Modifikasi Dua Bagian Ini
-
Maxi Series Kuasai 50 Persen Penjualan Yamaha di Bandung
-
Pembalap Indonesia Aldi Satya Mahendra Raih Podium Bersejarah di World Supersport Misano
-
Perbedaan Perawatan Ban Mobil Listrik dan Konvensional Saat Musim Liburan
-
Declan Rice Jadi Brand Ambassador Xiaomi SU7, Peluncuran Global Semakin Dekat
-
Deretan Modifikasi Yamaha Grand Filano dan Fazzio yang Curi Perhatian di Bandung
-
Nissan Pangkas Waktu Produksi Jadi 26 Bulan Demi Lawan Dominasi Mobil China