- AISMOLI mendesak pemerintah mempercepat belanja kendaraan dinas listrik sebagai pilar utama keberlangsungan industri roda dua listrik.
- Implementasi Inpres Nomor 7 Tahun 2022 mengenai kendaraan listrik pemerintah dinilai belum optimal karena dominasi bensin di e-katalog.
- AISMOLI mengusulkan insentif pajak bagi perusahaan swasta yang beralih menggunakan kendaraan operasional listrik untuk mendorong adopsi.
Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mendorong pemerintah untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung ekosistem motor listrik Tanah Air.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah melalui percepatan belanja kendaraan dinas berbasis listrik yang dinilai bisa menjadi pilar utama bagi keberlangsungan industri roda dua listrik di Indonesia.
Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta menjelaskan bahwa kebijakan pembelian kendaraan listrik oleh instansi negara sebenarnya telah memiliki landasan hukum kuat melalui Instruksi Presiden atau Inpres Nomor 7 Tahun 2022. Namun menurutnya implementasi di lapangan masih jauh dari harapan.
“Inpres 7 tahun 2022 itu sebenarnya bisa menjadi ujung tombak. Pembelian dari sektor pemerintah pasti sangat besar dan bisa menggerakkan ekonomi. Namun, penyerapannya selama ini belum terlihat karena belum cukup menarik dan dari sisi pemerintah pun belum ada kejelasan,” ujar Hanggoro, di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Kondisi tersebut diperumit dengan masih banyaknya pilihan kendaraan bermesin bensin dalam katalog elektronik pengadaan barang dan jasa pemerintah atau e-katalog.
Dominasi kendaraan konvensional ini dianggap sebagai hambatan serius bagi adopsi motor listrik di lingkungan kementerian maupun lembaga daerah.
“Pengadaan barang dan jasa pemerintah kan menggunakan e-katalog, sementara di dalamnya masih banyak kendaraan berbahan bakar bensin. Jika bisa diarahkan ke kendaraan listrik, saya yakin pemerintah juga akan membeli. Anggarannya sudah ada, tinggal bagaimana keberpihakannya,” sambungnya.
Selain menuntut aksi nyata dari sektor pemerintah, AISMOLI turut memberikan usul terkait insentif bagi perusahaan swasta. Skema yang ditawarkan berupa pemberian manfaat pajak bagi korporasi yang bersedia mengalihkan kendaraan operasional mereka ke tenaga listrik.
“Kalau perusahaan swasta mengganti kendaraan operasionalnya menjadi kendaraan listrik dan diberikan benefit tertentu, misalnya pengurangan PPh 21, itu akan sangat menarik dan bisa langsung dijalankan,” harapnya.
Baca Juga: Suzuki Jawab Rencana Peluncuran Motor Listrik di Indonesia
Melalui penguatan belanja pemerintah, industri motor listrik diharapkan mampu mendongkrak volume produksi secara signifikan. Strategi ini juga dipercaya dapat membantu para produsen dalam memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang semakin ketat di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026