Otomotif / Mobil
Rabu, 04 Februari 2026 | 07:28 WIB
(Dok: Vinfast)

Dalam konteks inilah kehadiran pemain regional yang berkomitmen jangka panjang menjadi penting. Bukan sebagai simbol nasionalisme, melainkan sebagai jangkar kepercayaan.

Setelah mengamankan pasar domestik, VinFast mulai membawa model ekosistemnya ke luar Vietnam. Indonesia menjadi salah satu pasar kunci karena strategi tadi dijalankan secara menyeluruh.

Di Indonesia, VinFast tidak hanya menjual produk, namun menawarkan kepastian. Ada skema sewa baterai yang membuat biaya lebih terprediksi. Ada program jaminan nilai jual kembali untuk meredam kecemasan depresiasi. Ada pula pembiayaan dengan bunga nol persen dalam program tertentu, yang membuka akses bagi pembeli EV pertama.

Di sisi infrastruktur, V-GREEN mendorong pembangunan jaringan pengisian, dilengkapi kebijakan pengisian gratis di stasiun VinFast dalam periode yang cukup panjang untuk membentuk kebiasaan.

Komitmen ini diperkuat dengan investasi industri. Pada Desember 2025, VinFast meresmikan fasilitas produksi EV di Subang, Jawa Barat. Bagi konsumen, kehadiran pabrik adalah sinyal sederhana: merek ini berniat tinggal lama.

Seorang pekerja kantoran di Jakarta, Vicky, menyebut keputusan itu sebagai faktor penting pilihannya.

“Saya ingin perusahaan mobilnya ada di Indonesia setidaknya 10 tahun. Begitu tahu VinFast bangun pabrik di Subang, kepercayaan saya naik,” tegasnya.

Industri EV adalah industri padat modal. Banyak startup EV di Barat tersandung. VinFast memiliki keunggulan berupa dukungan Vingroup, konglomerasi swasta terbesar di Vietnam, yang memberi ruang napas lebih panjang.

Ekspansi ke India memperkuat ambisi itu. Pada Januari 2026, model VF 6 dan VF 7 meraih sertifikasi keselamatan bintang lima dari Bharat NCAP. VinFast juga memperluas fasilitas produksinya dan mencatatkan lebih dari 1.000 penjualan hanya dalam empat bulan pertama.

Baca Juga: Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi

VinFast masih dalam proses belajar—menyesuaikan harga, tempo, dan kemitraan di tiap negara. Namun pendekatan inilah yang membuatnya relevan dengan karakter Asia Tenggara: adaptif, bertahap, dan realistis.

Selama ini, kawasan ini sering dihadapkan pada pilihan antara mengimpor kemajuan atau menunggu. Apa yang dicoba VinFast berada di antara keduanya. Jika suatu hari muncul juara EV dari ASEAN, besar kemungkinan wujudnya akan seperti ini—tidak instan, tidak sempurna, namun berakar pada kebutuhan lokal. Dan pada akhirnya, produk ini terasa sangat Asia Tenggara.***

Load More