Suara.com - Ketika para dealer VinFast asal Indonesia menginjakkan kaki di Vietnam, yang mereka saksikan bukan sekadar sebuah pabrik otomotif modern, melainkan sebuah ekosistem industri dan layanan yang terintegrasi secara menyeluruh dan beroperasi dalam skala besar. Di kompleks manufaktur Hai Phong, mereka menyaksikan tingkat otomatisasi yang tinggi, rantai pasok yang terintegrasi secara vertikal, serta sistem kontrol kualitas berstandar internasional.
Kesan paling mendalam justru datang dari arsitektur besar di baliknya: sebuah konglomerasi yang secara simultan membangun sektor industri, pendidikan, kesehatan, hingga perhotelan. Sebuah fondasi yang dirancang untuk pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan, bukan ekspansi sesaat.
“Mulai dari pabrik, universitas, rumah sakit, hingga hotel, semuanya mencerminkan kemampuan eksekusi dalam skala besar dan visi strategis jangka panjang,” ujar Hartono Kurniawan, Direktur dealer VinFast di Regol–Bandung, Pekanbaru–Riau, dan Jawa Barat. “Hal ini menumbuhkan kepercayaan yang sangat besar bagi mitra internasional.”
Kepercayaan terhadap fondasi ekosistem inilah yang kini menopang optimisme para dealer Indonesia terhadap perjalanan VinFast di Tanah Air, di tengah fase percepatan elektrifikasi kendaraan.
Ekosistem Sebagai Keunggulan Struktural di Pasar yang Berubah
Menurut Gede Sastrawan, General Manager Dealer VinFast Bali, ekosistem merupakan pembeda strategis utama VinFast.
“Banyak produk bagus di pasar,” ujarnya. “Namun keunggulan kompetitif jangka panjang tidak datang dari satu model saja, melainkan dari struktur yang menopang seluruh siklus hidup pelanggan—mulai dari infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, hingga kemampuan manufaktur dalam negeri.”
Pada tahap awal adopsi kendaraan listrik (EV), hambatan utama konsumen Indonesia bukan semata performa produk, melainkan keandalan infrastruktur dan kemudahan penggunaan sehari-hari. Karena itu, menurut Gede, penyediaan dan perawatan stasiun pengisian daya dengan standar operasional tinggi adalah hal yang tidak bisa ditawar.
“Stasiun pengisian harus berfungsi dengan andal, terawat dengan baik, dan tersebar secara strategis di lokasi-lokasi kunci. Ketika infrastruktur sudah dapat diandalkan, sentimen konsumen akan berubah dengan cepat,” lanjutnya.
Baca Juga: IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
Pendekatan ini menunjukkan bahwa VinFast tidak hanya bersaing dari sisi produk, tetapi dari kemampuan membangun ekosistem—sebuah keunggulan struktural di pasar yang sedang mengalami transformasi mendasar.
Manufaktur Lokal: Komitmen Strategis untuk Indonesia
Pabrik CKD VinFast di Indonesia dipandang luas oleh para dealer sebagai langkah strategis penting yang melampaui sekadar efisiensi biaya, sekaligus memperkuat posisi merek.
Menurut Gede, produksi dalam negeri akan mengoptimalkan harga melalui pemanfaatan tenaga kerja dan material lokal, serta sejalan dengan kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Hal ini memberikan keunggulan kompetitif dari sisi pajak, harga jual, hingga partisipasi dalam program pemerintah.
Dari perspektif jangka panjang, Hartono menyebut investasi pabrik sebagai “pernyataan komitmen.”
“Tidak banyak merek EV yang berani berinvestasi membangun pabrik di Indonesia. Ketika sebuah perusahaan membangun fasilitas produksi, itu menunjukkan keyakinan terhadap pasar dan strategi pengembangan jangka panjang,” ujarnya.
Seiring meningkatnya penetrasi EV, kapasitas produksi domestik akan menjadi faktor penentu daya saing, baik dari sisi skala maupun harga.
Berita Terkait
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
-
VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik
-
Polytron Hadirkan Subsidi Hingga Rp7 Juta dan Charger Portable di IIMS 2026
-
Mobil Jetour T2 Buatan Mana? Habis Dilalap Api usai Senggolan dengan BMW di Tol Jagorawi
-
4 Penyebab Oli Motor Bocor dan Cara Mengatasinya Sebelum Mesin Rusak
-
Daihatsu Umumkan Ratusan Pemenang DAIFEST 2025 di IIMS 2026"
-
Tekiro Bawa Peralatan Otomotif Terbaru ke IIMS 2026, Ngebengkel di Rumah Jadi Lebih Mudah
-
3 Jenis Kecelakaan yang Ditanggung Jasa Raharja, Apakah Tabrakan Tunggal Termasuk?
-
6 Harga Baterai Mobil Listrik 2026: Mulai Rp100 Juta, Mana Paling Worth It untuk Kamu?
-
Lebih Murah dari Brio Bekas tapi Performa Beringas, Ini 5 Mobil Bekas Double Cabin Bertampang Lugas
-
4 Pilihan Mobil Bekas Suzuki Tahun Muda Seharga Motor Kawasaki, Pas untuk Keluarga