Suara.com - Belakangan ini banyak pemilik motor dan mobil di Provinsi Jawa Tengah merasakan besarnya jumlah pajak kendaraan yang harus dibayarkan. Tagihan pajak yang biasanya 'standar' kini terasa lebih tinggi.
Bahkan ada yang mengeluhkan pajak mobil yang sebelumnya sekitar Rp 3 jutaan menjadi hampir Rp 6 jutaan dalam satu kali pembayaran.
Sementara itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), fenomena serupa justru tidak terjadi. Apa yang sebenarnya terjadi? Simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu Opsen PKB yang Jadi Pemicunya?
Sebelum membahas tentang perbedaan pajak kendaraan antara Jawa Tengah dan Jogja, penting memahami dulu istilah opsen PKB yang sering muncul di tagihan pajak kendaraan.
Istilah opsen berasal dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).
Dalam ketentuan ini, opsen adalah pungutan tambahan pajak berdasarkan persentase tertentu yang dipungut langsung oleh kabupaten/kota saat wajib pajak membayar pajak kendaraan bermotor.
Dengan sistem opsen, pemilik kendaraan akan melihat ada dua komponen yang tercantum saat membayar pajak yakni pajak pokok (yang ditetapkan provinsi) dan opsen yang menjadi bagian pemerintah kabupaten/kota.
Cara ini berbeda dengan sistem lama, di mana pajak yang dibayarkan hanya dipungut di tingkat provinsi, kemudian dibagi hasilnya kepada kabupaten/kota.
Kenapa Pajak Kendaraan di Jawa Tengah Terasa Naik?
Di Jawa Tengah, pajak kendaraan bermotor dihitung dengan tarif dasar yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2023.
Baca Juga: Review Suzuki Access 125: Harga, Spesifikasi, dan Konsumsi BBM
Untuk kendaraan pribadi kepemilikan pertama, tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) ditetapkan sekitar 1,05 % dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).
Namun karena ada opsen PKB sebesar 66 % dari PKB, maka total yang dibayarkan oleh wajib pajak menjadi lebih besar. Sebagai contoh, pajak kendaraan dengan dasar pengenaan Rp 100 juta biasanya PKB standar sekitar Rp 1,05 juta.
Dengan tambahan opsen sekitar Rp 693 ribu, total pajak jadi sekitar Rp 1,74 juta, meningkat hampir Rp 700 ribu dibanding sebelumnya.
Selain itu, tarif pajak di Jawa Tengah juga bersifat progresif. Ini artinya, kendaraan yang dimiliki ke-2, ke-3, dan seterusnya dikenai persentase pajak yang lebih tinggi.
Hal ini semakin membuat beban pajak terasa besar bagi orang yang punya lebih dari satu kendaraan di daerah tersebut.
Banyak masyarakat mengira kenaikan ini adalah 'pajak baru' yang mendadak diberlakukan. Padahal opsen ini adalah bagian dari mekanisme pembagian penerimaan pajak yakni bentuk penerapan UU HKPD yang memang mulai berlaku sejak awal 2025.
Berita Terkait
-
Review Suzuki Access 125: Harga, Spesifikasi, dan Konsumsi BBM
-
Penantang Astrea Grand dari Suzuki: Sudah Discontinue, Masih Banyak Dicari karena Komponen 'Dewa'
-
Daftar Harga Mobil di Bawah Rp 300 Juta yang Bisa Jadi Pilihan di IIMS 2026
-
Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua Penjualan Mobil Nasional Selama 17 Tahun Berturut-turut
-
Innova Tahun 2017 Harganya Berapa? Cek Update Terbaru Apakah Masih Layak Dipinang
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Ribuan Unit Chery Tiggo 8 Pro Max Ditarik Akibat Masalah Pada Sistem Rem
-
B50 untuk Mobil Apa Saja? BBM Baru yang Katanya Akan Dirilis 1 Juli 2026
-
Toyota: Industri Otomotif Tahan Banting, Tapi Arah Kebijakan Pemerintah Harus Jelas
-
Melesat dari Posisi Buncit, Aksi Beringas Pembalap Valrossi Bawa CRF250R di Kejurnas Motocross 2026
-
Yamaha Gear Ultima Motor Fungsional dengan Konsumsi BBM Paling Irit Dikelasnya
-
Momen Langka Puluhan Ribu Vespa Lintas Era Iring-iringan di Colosseum Roma
-
Toyota Hilux Generasi Sembilan Resmi Melantai Gendong Mesin 1GD dan Varian Listrik
-
B50 Dijual Mulai 1 Juli 2026, Apakah Biodiesel Sawit Aman untuk Mobil Diesel Lama ?
-
Daftar Harga Resmi Xpeng X9 Facelift dan G6 AWD Penantang Baru Mobil Listrik Mewah di Indonesia
-
Siap Ganti ke B50? Ini Daftar Lengkap Kendaraan yang Bisa Pakai Biodiesel Sawit