Otomotif / Mobil
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:35 WIB
Suzuki e-Vitara Punya Versi Murah 200 Jutaan? Ternyata Ini Rahasia di Balik Harga Menggiurkan. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)
Baca 10 detik
  • Suzuki e-Vitara di India dijual Rp 200 jutaan menggunakan sistem sewa baterai (BaaS).
  • Harga e-Vitara di Indonesia jauh lebih mahal karena sistem pembelian baterai secara penuh.
  • Skema BaaS serupa juga diterapkan Polytron di Indonesia untuk menekan harga jual awal.
  •  
  • Polytron G3 (Sewa Baterai): Dijual Rp299 juta (Hemat Rp120 juta dibanding beli putus).
  • Biaya Sewa: Sekitar Rp800 per kilometer dengan biaya bulanan minimal Rp1,2 juta.

Hal ini membuktikan bahwa skema BaaS seperti yang dilakukan Suzuki di India berpotensi menjadi solusi bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik namun terkendala modal awal yang besar.

Sistem BaaS yang diterapkan pada Suzuki e-Vitara di India memberikan angin segar bagi percepatan adopsi kendaraan listrik.

Konsumen mendapatkan harga awal yang setara dengan mobil bensin konvensional, meski harus menanggung biaya operasional per kilometer.

Bagi masyarakat Indonesia, kehadiran e-Vitara versi Rp755 juta mungkin terasa mahal, namun memberikan ketenangan karena kepemilikan aset baterai sepenuhnya.

Namun, jika skema BaaS Suzuki India suatu saat masuk ke Indonesia, bukan tidak mungkin e-Vitara akan menjadi "raja baru" di jalanan tanah air.

Bagaimana menurut Anda? Lebih pilih beli putus atau sewa baterai agar harga lebih murah?

Load More