Otomotif / Mobil
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:01 WIB
Desain Hyundai Ioniq 6 diungkap pada 28 Juni 2022. [Dok Hyundai]
Baca 10 detik
  • Hyundai Motors Indonesia memproyeksikan pangsa pasar mobil listrik mencapai 13 persen pada tahun 2026 di Indonesia.
  • Pertumbuhan pasar didorong oleh stimulus pemerintah seperti insentif PPN dan pembebasan bea masuk impor utuh.
  • Hyundai menginvestasikan $3 miliar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dan menyesuaikan produk lokal.

Suara.com - Pabrikan otomotif asal Korea Selatan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memproyeksikan akan terjadi lonjakan signifikan pada pasar kendaraan listrik di tanah air. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menyebutkan bahwa pangsa pasar mobil listrik (BEV) diprediksi menyentuh angka 13 persen pada 2026. Angka ini bahkan diperkirakan mampu melampaui pencapaian mobil hybrid (HEV).

Merujuk pada data Gaikindo, penjualan wholesales mobil listrik murni tercatat sebanyak 103.931 unit pada tahun lalu. Capaian tersebut menunjukkan kenaikan drastis sebesar 140,64 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Di sisi lain, penjualan mobil hybrid berada di angka 65.943 unit dalam periode yang sama.

Pertumbuhan ini tidak lepas dari berbagai stimulus pemerintah seperti PPN DTP, PPnBM DTP, hingga pembebasan bea masuk impor utuh atau CBU. Fransiscus menjelaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi motor penggerak utama bagi para produsen.

“Dengan kata lain bahwa insentif yang diberikan pada 2025 itu berdampak secara langsung terhadap pertumbuhan pasar EV itu sendiri. Nah, sehingga banyak pabrikan yang impor kendaraan ke Indonesia,” ujar Frans di Jakarta.

Meski demikian, tantangan baru akan muncul pada 2026 saat skema impor utuh mulai dibatasi. Produsen diwajibkan melakukan produksi lokal dengan rasio satu banding satu sesuai aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Menanggapi situasi ini, Hyundai tetap melihat adanya peluang besar seiring target pertumbuhan pasar otomotif nasional ke angka 850.000 unit.

“Menurut saya, BEV masih akan terus bertumbuh. Apabila segmentasi harganya dapat dipertahankan pada level tersebut, kontribusinya akan sangat sesuai dengan pasar di Indonesia. Hal itu menjadi catatan bagi kami,” jelas Frans.

mobil listrik Hyundai Ioniq 5 (hyundai.com)

Sebagai langkah konkret, Hyundai telah menanamkan investasi besar senilai 3 miliar dolar AS untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia. Investasi ini mencakup tiga fasilitas utama yakni PT Hyundai LG Indonesia Green Power, PT Hyundai Energy Indonesia, serta PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

Selain penguatan infrastruktur, Hyundai berkomitmen menghadirkan jajaran produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen lokal.

"Tidak menutup kemungkinan produk-produk global kami akan dibawa ke Indonesia. Jadi, produk global, tetapi dengan rasa atau selera Indonesia, karena beberapa produk kami juga akan diproduksi lokal," pungkasnya.

Baca Juga: Strategi Hyundai Hadapi Gempuran Mobil Hybrid dan Listrik di Indonesia

Load More