- Hyundai Motors Indonesia memproyeksikan pangsa pasar mobil listrik mencapai 13 persen pada tahun 2026 di Indonesia.
- Pertumbuhan pasar didorong oleh stimulus pemerintah seperti insentif PPN dan pembebasan bea masuk impor utuh.
- Hyundai menginvestasikan $3 miliar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dan menyesuaikan produk lokal.
Suara.com - Pabrikan otomotif asal Korea Selatan PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memproyeksikan akan terjadi lonjakan signifikan pada pasar kendaraan listrik di tanah air. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menyebutkan bahwa pangsa pasar mobil listrik (BEV) diprediksi menyentuh angka 13 persen pada 2026. Angka ini bahkan diperkirakan mampu melampaui pencapaian mobil hybrid (HEV).
Merujuk pada data Gaikindo, penjualan wholesales mobil listrik murni tercatat sebanyak 103.931 unit pada tahun lalu. Capaian tersebut menunjukkan kenaikan drastis sebesar 140,64 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Di sisi lain, penjualan mobil hybrid berada di angka 65.943 unit dalam periode yang sama.
Pertumbuhan ini tidak lepas dari berbagai stimulus pemerintah seperti PPN DTP, PPnBM DTP, hingga pembebasan bea masuk impor utuh atau CBU. Fransiscus menjelaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi motor penggerak utama bagi para produsen.
“Dengan kata lain bahwa insentif yang diberikan pada 2025 itu berdampak secara langsung terhadap pertumbuhan pasar EV itu sendiri. Nah, sehingga banyak pabrikan yang impor kendaraan ke Indonesia,” ujar Frans di Jakarta.
Meski demikian, tantangan baru akan muncul pada 2026 saat skema impor utuh mulai dibatasi. Produsen diwajibkan melakukan produksi lokal dengan rasio satu banding satu sesuai aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Menanggapi situasi ini, Hyundai tetap melihat adanya peluang besar seiring target pertumbuhan pasar otomotif nasional ke angka 850.000 unit.
“Menurut saya, BEV masih akan terus bertumbuh. Apabila segmentasi harganya dapat dipertahankan pada level tersebut, kontribusinya akan sangat sesuai dengan pasar di Indonesia. Hal itu menjadi catatan bagi kami,” jelas Frans.
Sebagai langkah konkret, Hyundai telah menanamkan investasi besar senilai 3 miliar dolar AS untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia. Investasi ini mencakup tiga fasilitas utama yakni PT Hyundai LG Indonesia Green Power, PT Hyundai Energy Indonesia, serta PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.
Selain penguatan infrastruktur, Hyundai berkomitmen menghadirkan jajaran produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen lokal.
"Tidak menutup kemungkinan produk-produk global kami akan dibawa ke Indonesia. Jadi, produk global, tetapi dengan rasa atau selera Indonesia, karena beberapa produk kami juga akan diproduksi lokal," pungkasnya.
Baca Juga: Strategi Hyundai Hadapi Gempuran Mobil Hybrid dan Listrik di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
TVS Callisto 110 Terbaru Meluncur, Apa yang Baru?
-
Neraca Perdagangan Defisit Pemerintah Harus Permudah Ekspor Komponen Otomotif Dkk
-
Pecahkan Rekor Elit Izan Guevara, Pembalap Sleman Siap Ancam Takhta Moto3 Junior Akhir Pekan Ini
-
Mepet Harga Honda Forza 250, Apa Istimewanya Honda Monkey Terbaru yang Alami Evolusi?
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar