- PT Agrinas memborong puluhan ribu Tata Yodha untuk operasional Koperasi Merah Putih di Indonesia.
- Tata Yodha unggul di medan berat berkat sasis kuat, mesin diesel, dan penggerak 4x4.
- Esemka Bima tawarkan kepraktisan logistik perkotaan dengan bak kargo luas dan harga sangat kompetitif.
Keunggulan telak Esemka Bima justru terletak pada desain bak kargonya. Varian Bima memiliki bak luas dan fitur 3-Way (bisa dibuka dari sisi kanan, kiri, dan belakang).
Desain ini sangat memudahkan proses bongkar muat untuk bisnis galon air, material bangunan, hingga logistik e-commerce.
3. Pertarungan Kapasitas Muatan (Payload)
Sebagai kendaraan niaga, daya angkut adalah segalanya. Esemka Bima memiliki kapasitas muatan yang cukup ideal untuk kelasnya, yakni di kisaran 1 hingga 1,5 ton.
Sedangkan Tata Yodha, tampil lebih superior berkat sasis kuatnya. Pikap India ini mampu mengangkut beban bervariasi mulai dari 1,2 ton hingga menyentuh 2 ton, tanpa perlu khawatir sasis melengkung atau kewalahan di tanjakan.
Mobil ini juga menawarkan kabin single maupun crew cabin.
4. Beda Tipis Soal Harga
Inilah bagian yang paling menentukan. Jika dikonversi dari harga di pasar India, Tata Yodha Pick Up dibanderol mulai dari 8.48 Lakh (sekitar Rp157 juta) untuk tipe dasar, hingga 9.13 Lakh (sekitar Rp170 jutaan) untuk tipe tertinggi berpenggerak 4x4.
Banderol tersebut akan berhadapan langsung dengan Esemka Bima yang dijual mulai harga Rp137 jutaan (varian 1.2) hingga Rp150 jutaan (varian 1.3).
Baca Juga: "Bukan Pemerintah!" Dirut Agrinas Lantang Soal Impor Pikap: Kami Setia pada Negara, Bukan Individu
Nilai plus Bima tentu ada pada ketersediaan produk ritel di dalam negeri dan perawatan mesin bensin yang mekanismenya sangat merakyat.
Kesimpulan: Mana yang Menguntungkan?
Jika bisnis Anda membutuhkan kendaraan tangguh untuk mengangkut hasil sawit, masuk ke area proyek konstruksi, atau beroperasi di jalan pedesaan yang belum diaspal, kehadiran armada sekelas Tata Yodha adalah dambaan mutlak.
Namun, jika operasional bisnis Anda berada di jalur perkotaan dengan intensitas bongkar muat tinggi di area aspal yang padat, kepraktisan bak luas Esemka Bima jelas menjadi primadona yang tak tergantikan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk
-
Apakah Skuter Listrik Boleh di Jalan Raya? Ini 5 Rekomendasi Ukuran Dewasa dengan Dudukan
-
Update Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026, Mulai Rp200 Jutaan
-
Cara Bayar Pajak Motor Online 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Antre di Samsat!
-
7 Motor Matic Paling Irit Bensin Cocok Buat Narik Ojol Seharian, Gak Cuma Honda BeAT!
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?