- Siapkan air mineral dan makanan ringan sebelum jalan, letakkan pada tempat yang mudah dijangkau.
- Hindari berhenti di bahu jalan raya; carilah rest area atau tempat parkir yang aman.
- Jika terpaksa berbuka sambil menyetir, gunakan satu tangan dan kurangi kecepatan agar tetap fokus.
Suara.com - Bulan Ramadan selalu membawa suasana yang khas, termasuk perubahan ritme jalanan raya. Jika di hari biasa kemacetan terjadi di jam pulang kerja yang variatif, selama bulan puasa, titik kemacetan bergeser dan memuncak tepat menjelang waktu magrib.
Semua orang berlomba dengan waktu agar bisa menikmati momen berbuka puasa bersama keluarga di rumah.
Namun, realita seringkali tak seindah harapan. Roda empat Anda terjebak di tengah lautan kendaraan, dan suara azan magrib pun berkumandang dari radio mobil.
Mau tidak mau, Anda harus membatalkan puasa saat masih berada di balik kemudi.
Kondisi ini memang sulit dihindari. Jangan sampai kepanikan membatalkan puasa justru mengorbankan keselamatan. Melansir dari Auto2000, berikut adalah panduan dan tips berbuka puasa yang aman saat mengemudi mobil!
1. Bawa Bekal "Anti Ribet" untuk Berbuka
Kunci utama berbuka di jalan adalah kepraktisan. Bawa bekal secukupnya, dan opsi terbaik adalah air mineral atau air manis yang menyegarkan.
Hindari:
- Minuman bersoda atau kopi yang bisa membuat perut kaget dan tidak nyaman.
- Makanan berat (nasi dan lauk pauk) yang rawan tumpah dan bikin ngantuk akibat kekenyangan.
- Camilan yang mudah hancur dan berantakan (getas) saat digigit, karena remahannya akan membuat kabin kotor dan mengalihkan fokus menyetir.
2. Persiapkan Amunisi Sebelum Injak Gas
Baca Juga: Intip 9 Ide Makanan untuk Berbuka Puasa yang Simpel Tapi Nikmat!
Jangan pernah sibuk membuka bungkus makanan saat mobil sedang melaju! Sebelum mulai perjalanan, buka segel plastik atau penutup kemasan minuman dan camilan Anda.
Letakkan perbekalan tersebut di area yang mudah dijangkau oleh tangan Anda tanpa harus menoleh, seperti di panel pintu, konsol tengah, atau cup holder.
Pastikan semuanya tersimpan dengan kuat agar tidak tumpah berantakan saat Anda harus mengerem mendadak.
3. Haram Hukumnya Berhenti di Bahu Jalan
Godaan untuk menepi sejenak demi minum sangat besar, tapi jangan pernah memaksakan berhenti di tempat yang tidak layak seperti bahu jalan tol atau jalan arteri.
Berhenti sembarangan tidak hanya menghambat laju kendaraan lain, tapi juga sangat berisiko memicu kecelakaan beruntun. Jika ingin menepi, carilah tempat yang aman seperti:
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan