- ICW mendatangi PT Agrinas Pangan Nusantara menuntut transparansi pengadaan 105.000 unit mobil pikap impor senilai Rp24,66 triliun.
- Pengadaan mobil pikap ini direncanakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berdasarkan Inpres Nomor 17 Tahun 2025.
- ICW menemukan dugaan ketertutupan informasi karena proses pengadaan diduga tidak melalui tahapan penunjukan langsung elektronik sebagaimana mestinya.
Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendatangi PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengajukan permohonan informasi perihal pengadaan mobil pikap.
Sebab, ICW menilai pengadaan yang dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sangat tertutup dan bahkan telah bermasalah sejak proses perencanaan.
Pada kesempatan itu, ICW mendesak PT Agrinas Pangan Nusantara untuk membuka seluruh dokumen pengadaan mobil pikap yang digunakan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
PT Agrinas Pangan Nusantara diketahui berencana mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India dengan total anggaran sekitar Rp24,66 triliun untuk mendukung agenda prioritas presiden terkait Koperasi Merah Putih sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 (Inpres 17/2025).
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota sempat menyebut mobil yang diimpor terdiri dari 35.000 unit dari Mahindra & Mahindra Ltd dan 70.000 unit dari Tata Motors.
Namun, ICW justru menemukan setidaknya dua permasalahan terkait pengadaan mobil oleh PT Agrinas Pangan Nusantara ini.
“Pertama, informasi pengadaan tertutup. Dalam diktum keenam angka 14 huruf b Inpres 17/2025, salah satu metode pengadaan yang dapat dipilih oleh PT Agrinas Pangan Nusantara adalah penunjukan langsung,” kata Staf Divisi Investigasi ICW Zararah Azhim Syah dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
“Kemudian, pada Pasal 12 ayat (1) Peraturan LKPP Nomor 2 Tahun 2025 (PerLKPP 2/2025), dijelaskan bahwa pembelian menggunakan metode penunjukan langsung dilaksanakan dengan sistem elektronik,” tambah dia.
Jika belum tersedia sistem, lanjut Zararah, maka perlu dilakukan pencatatan sesuai Pasal 12 ayat (2) PerLKPP 2/2025. Namun, dia menyebut tidak ditemukan satupun informasi mengenai pencatatan mengenai pengadaan tersebut pada laman PT Agrinas Pangan Nusantara.
Baca Juga: Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
“Kedua, metode penunjukkan langsung tidak sama dengan ‘asal tunjuk’,” ujar Zararah.
Dia menerangkan pada 7 ayat (2) huruf a sampai huruf l PerLKPP 2/2025 menjelaskan bahwa walaupun pengadaan program prioritas pemerintah menggunakan metode penunjukkan langsung, akan tetapi tetap harus melewati 12 tahapan mulai dari mengundang para pelaku usaha untuk menyampaikan dokumen kualifikasi dan dokumen penawaran, kemudian proses evaluasi dari dokumen penawaran tersebut, hingga tahap penandatanganan kontrak.
Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara justru diduga tidak menempuh tahapan-tahapan tersebut karena tidak ada informasi mengenai pengadaan mobil pikap yang dipublikasikan secara resmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Nasabah Berkesempatan Nikmati Cashback dan Promo Serba 70 melalui QRIS D-Bank PRO
-
Blak-blakan Menkeu Purbaya Akui Utang Negara Bertambah
-
Komjen Rudi Setiawan Resmi Dilantik Jadi Irjen Kemenimipas, Ini Rekam Jejaknya
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO
-
Thomas Tuchel: Inggris Siap Bertarung Hadapi Argentina yang Sarat Emosi
-
PSI Klaim Jokowi Effect Mulai Terasa, 6.000 Warga Lampung Daftar Jadi Anggota
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit
-
Puas Belanja Online, Fajar Sadboy Bertransformasi Jadi Happyboy
-
Demi Belajar Mengaji, Driver Ojol Yogyakarta Rela Tinggalkan Order Dua Jam Setiap Rabu
-
Semifinal Memanas, Wakil Presiden Argentina Singgung Konflik Falkland Jelang Lawan Inggris