Kepadatan kendaraan akibat arus mudik dan arus balik, telah diantisipasi oleh pihak Kepolisian serta pihak-pihak terkait lainnya.
Ada beberapa langkah dalam rekayasa lalu lintas yang meliputi penerapan sistem satu arah atau one way, contra flow, delay system.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara dinamis dengan mengkombinasikan teknologi pemantauan data realtime. Tidak berhenti sampai disitu saja, masih ada lagi skema pengamanan Operasi Ketupat, kendaraan truk akan dibatasi kecuali untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok maupun BBM.
Waktu Berangkat Paling Diminati Pemudik
Pemudik ternyata mempunyai waktu keberangkatan favorit yang berpotensi menambah kepadatan pada beberapa titik, sehingga Anda bisa menyiasatinya untuk tidak berangkat pada jam tertentu.
Pemudik umumnya memilih waktu tertentu untuk pulang pergi ke kampung halaman, yakni pagi hari setelah sholat subuh dan malam hari selepas sholat isya.
Sehingga, pemudik diharapkan untuk bisa memilih alternatif waktu berangkat terbaik. Supaya tidak terkena efek macet akibat penumpukan jumlah kendaraan pada saat bersamaan.
Sebagai tambahan informasi, pihak kepolisian akan menerapkan skema pengamanan yang meliputi Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari mulai 13 sampai 15 Maret 2026.
Selanjutnya, ada juga gelar pasukan yang dilaksanakan pada 12 Maret 2026.
Baca Juga: Cara Mengatur Uang THR Agar Tidak Habis untuk Mudik Saja
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Cara Mengatur Uang THR Agar Tidak Habis untuk Mudik Saja
-
Kapolri Lepas 4.009 Peserta Mudik Gratis Polri, Sopir Dipastikan Bebas Narkoba dan Alkohol!
-
H-3 Idul Fitri, 40 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Lewat Pasar Senen dan Gambir
-
PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis
-
Update Harga BBM 18 Maret 2026, Ada Kenaikan Selama Mudik Lebaran?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak