Suara.com - Arus balik mudik tentu menjadi 'petaka' bagi para pemudik, terutama mereka yang hendak kembali ke perantauan dengan mobil pribadi.
Adapun terjebak macet di tengah arus balik menjadi pengalaman yang tak menyenangkan, apalagi ketika berada di suhu tinggi seperti sekarang ini.
Berdasarkan data yang dihimpun dari prakiraan cuaca BMKG, suhu tertinggi saat puncak arus balik mudik di penghujung bulan Maret adalah 33 derajat Celcius.
Suhu dengan tinggi tersebut tentu membuat perjalanan tak nyaman dan AC mobil harus bekerja ekstra.
Ada beberapa tips agar AC mobil tetap dingin sepanjang perjalanan mudik sehingga membuat seluruh penumpang nyaman dan kerasan.
Berikut tips yang dapat diikuti supaya AC mobil dingin maksimal.
1. Bersihkan filter kabin secara berkala
Filter kabin adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan udara di dalam mobil.
Selama perjalanan mudik yang menempuh jarak ratusan kilometer, debu dan polusi dari jalan raya sering kali menumpuk di bagian ini.
Baca Juga: Anti-Mual di Jalan! 6 Makanan yang Wajib Dihindari agar Bebas Mabuk Perjalanan
Jika filter kotor, aliran udara akan terhambat sehingga AC harus bekerja lebih keras namun suhu yang dihasilkan tetap terasa panas.
Sebelum memulai arus balik, pastikan kondisi filter ini sudah dicek.
Jika sudah terlalu pekat dengan debu, lebih baik segera ganti dengan yang baru agar embusan angin tetap kencang dan bersih.
2. Parkir di tempat teduh atau gunakan sunshade
Paparan sinar matahari langsung saat mobil berhenti di rest area dapat meningkatkan suhu interior secara drastis.
Saat suhu kabin sangat panas, AC membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk mendinginkan ruangan saat mulai jalan kembali.
Cobalah mencari tempat parkir yang terlindung dari matahari.
Jika tidak ada, gunakan pelindung kaca depan (sunshade) untuk memantulkan panas.
Langkah sederhana ini sangat efektif untuk menjaga agar komponen plastik di dalam kabin tidak menyimpan panas berlebih yang bisa membebani kerja sistem pendingin.
3. Buang hawa panas sebelum menyalakan AC
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah langsung menyalakan AC pada posisi maksimal sesaat setelah masuk ke mobil yang panas.
Cara yang lebih benar adalah dengan membuka semua jendela terlebih dahulu selama 1–2 menit saat mobil mulai berjalan.
Hal ini bertujuan agar udara panas yang terjebak di dalam kabin terdorong keluar oleh sirkulasi udara alami.
Setelah suhu di dalam mobil terasa mulai selaras dengan suhu luar, barulah tutup jendela dan nyalakan AC.
Cara ini membuat proses pendinginan menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
4. Atur mode sirkulasi udara dengan tepat
Pastikan tombol sirkulasi udara pada panel AC berada pada mode "Recirculation" atau sirkulasi dalam.
Mode ini menutup akses udara dari luar dan hanya mendinginkan udara yang sudah ada di dalam kabin secara berulang.
Selama arus balik yang penuh dengan kemacetan dan asap knalpot, mode ini sangat krusial.
Selain mempercepat proses pendinginan, mode sirkulasi dalam juga mencegah bau tidak sedap dan polusi dari kendaraan lain masuk ke dalam mobil, sehingga kenyamanan penumpang tetap terjaga.
5. Jaga kebersihan kondensor AC
Kondensor yang terletak di dekat radiator berfungsi untuk membuang panas dari sistem AC.
Selama perjalanan panjang, bagian ini sering kali tertutup oleh serangga mati, debu, atau kotoran jalanan.
Jika kondensor kotor, pelepasan panas terganggu dan AC akan terasa kurang dingin meskipun freon masih penuh.
Kebersihan dapat dijaga secara mandiri dengan menyemprotkan air bertekanan rendah pada bagian kisi-kisi depan mobil saat mencuci kendaraan.
Kondensor yang bersih akan memastikan suhu AC mobil tetap stabil meski cuaca di luar sedang terik-teriknya.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Kolaborasi Raksasa Otomotif Jepang Bikin Skuter Hidrogen Tandingan Motor Listrik Baterai
-
Harga Yamaha XSR155 Bekas Tinggal Segini 'In This Economy', Waktunya Serok atau Skip?
-
Strategi Baru Pemerintah Dorong Mobil Listrik Baterai Nikel Lewat Subsidi PPN Besar
-
Punya Belasan Varian Lawan Tiga Pilihan Spesial, Pilih NMAX atau PCX?