Otomotif / Mobil
Senin, 23 Maret 2026 | 17:10 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Majalengka, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/wsj]
Baca 10 detik
  • Kakorlantas Polri mengimbau pemudik mengatur jadwal arus balik Lebaran 2026 untuk menghindari kepadatan puncak pada 24 Maret 2026.
  • Arus balik diprediksi terbagi dua tahap, yakni 23-24 Maret dan 28-29 Maret, dengan rekayasa lalu lintas diterapkan mulai 22 Maret.
  • Polri akan menerapkan skema one way nasional pada 24 Maret 2026 untuk mengamankan kelancaran arus balik.

Suara.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho meminta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 untuk mengatur ulang jadwal kepulangan guna menghindari kepadatan di puncak arus balik.

Dalam keterangan resminya, pihak kepolisian menegaskan bahwa puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 24 Maret 2026. Agus menjelaskan bahwa arus balik diprediksi akan terbagi dalam dua gelombang besar agar mobilitas warga tetap lancar.

“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada tanggal 23–24 (Maret 2026) dan tahap kedua pada tanggal 28–29 (Maret 2026). Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan arus balik dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar,” jelas Irjen Pol. Agus, Senin (23/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Polri siap menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas mulai 22 hingga 23 Maret 2026. Skema ini mencakup penerapan one way lokal secara bertahap untuk mengurai penumpukan kendaraan di titik-titik krusial.

“Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Terdapat peningkatan arus sesuai prediksi dan hasil monitoring teknologi. Pergerakan aglomerasi terpantau cukup padat, namun masih dapat dikelola dengan baik,” katanya.

Kakorlantas menuturkan bahwa peningkatan arus kendaraan selaras dengan pemantauan berbasis teknologi. Fokus perhatian saat ini mencakup wilayah aglomerasi mulai dari Semarang Raya hingga Jabodetabek. Selain itu, kawasan wisata di berbagai daerah juga mulai mengalami lonjakan pengunjung.

“Beberapa wilayah yang mengalami peningkatan pergerakan antara lain Semarang Raya, Jabodetabek, serta kawasan wisata di Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat. Tempat-tempat wisata tersebut cukup diminati masyarakat yang sedang menikmati masa liburan,” ungkapnya.

Guna memastikan keselamatan pemudik, Korlantas Polri akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik yang dijadwalkan mulai 24 Maret 2026.

“Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik yang direncanakan dimulai pada tanggal 24 (Maret 2026), sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja,” tuturnya.

Baca Juga: Di Balik Perang Melawan Israel dan AS, Iran Ternyata Punya 'Senjata' Otomotif Super Murah

Load More