Otomotif / Mobil
Kamis, 26 Maret 2026 | 16:55 WIB
Honda Brio, mobil mungil yang irit bensin.
Baca 10 detik
  • Kekhawatiran dampak penutupan Selat Hormuz mendorong minat masyarakat terhadap mobil listrik bekas di Indonesia.
  • Beberapa model mobil listrik bekas kini bernilai setara Honda Brio bekas (Rp90-200 jutaan) menawarkan efisiensi operasional.
  • Terdapat delapan pilihan mobil listrik bekas rentang harga tersebut, seperti Wuling Air EV hingga Nissan Leaf, dengan kelebihan dan kekurangan spesifik.

Suara.com - Ditutupnya Selat Hormuz akibat serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran membuat banyak orang risau dengan adanya potensi kenaikan harga BBM. Hal ini diprediksi membuat tren mobil listrik di Indonesia semakin naik, bahkan di pasar mobil bekas.

Dengan harga yang kini mulai masuk akal, banyak orang yang mendamba kendaraan harian melirik EV sebagai alternatif.

Menariknya, beberapa model mobil listrik bekas punya nilai setara dengan Honda Brio bekas (kisaran Rp90–200 jutaan), sehingga bisa jadi opsi barter yang realistis.

Mobil listrik bekas menawarkan keunggulan: biaya operasional lebih murah, pajak relatif ringan, dan teknologi modern. Meski begitu, ada juga tantangan seperti ketersediaan charging station dan resale value yang belum sekuat mobil bensin.

Namun, kalau tujuanmu adalah tunggangan jangka panjang dengan biaya harian hemat, EV bisa jadi pilihan cerdas.

Berikut adalah 6 mobil listrik bekas dengan harga Rp90–200 jutaan yang nilainya setara Honda Brio bekas, lengkap dengan plus minusnya.

1. Nissan Leaf (±Rp220 juta)

All-New Nissan LEAF. [PT Nissan Motor Distribution Indonesia].

Dibekali baterai 40 kWh dengan tenaga 147 hp dan torsi 320 Nm. Pajak tahunan relatif ringan untuk EV. Plusnya: performa halus, kabin lega, dan teknologi matang. Minusnya: harga bekas masih tinggi dan populasi terbatas di Indonesia.

2. Wuling Binguo EV (±Rp170 juta)

Baca Juga: Geely EX5 Jadi Raja Baru Mobil Listrik di Segmen C-SUV Indonesia

Wuling Hadirkan Paket Modifikasi Binguo EV Edisi Mickey Mouse. (Wuling)

Baterai 31,9–37,9 kWh, tenaga 68–102 hp. Pajak tahunan ringan. Plusnya: desain stylish, kabin modern, dan irit biaya harian. Minusnya: resale value masih belum stabil.

3. Wuling Air EV (Rp90–170 juta)

Wuling AIr EV (Wuling Indonesia)

Baterai 17,3–26,7 kWh, tenaga 41–68 hp. Pajak tahunan ringan. Plusnya: harga paling murah di segmen EV, cocok untuk mobil kedua. Minusnya: kabin kecil dan tenaga terbatas di luar kota.

4. DFSK Seres EV (Rp90–140 juta)

DFSK Seres E1. (Blibli)

Baterai ±30 kWh, tenaga ±80 hp. Pajak tahunan ringan. Plusnya: harga terjangkau, cocok untuk pemula EV. Minusnya: jaringan servis terbatas dan resale value belum kuat.

5. BYD Atto 1 (Rp110–120 juta)

Load More