- Ketegangan AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari 2026 menyebabkan lonjakan harga BBM di Eropa.
- Lonjakan harga bahan bakar mendorong permintaan mobil listrik bekas melampaui mobil konvensional di Eropa.
- Data menunjukkan penjualan mobil listrik bekas di Prancis melonjak dua kali lipat menjadi 12,7 persen pada Maret 2026.
Suara.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang pecah sejak akhir Februari 2026 mulai mengubah peta pasar otomotif dunia. Dampak paling nyata terlihat di Benua Biru di mana lonjakan harga bahan bakar mendorong tren baru warga yang mulai berburu mobil listrik bekas.
Platform jual-beli kendaraan di Eropa mencatat adanya pergeseran minat yang masif dari mobil konvensional ke mobil listrik bekas. Fenomena ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi minyak dunia yang mencakup sekitar 20 persen pasokan global akibat konflik tersebut.
Analis Finn.no Terje Dahlgren menyebutkan bahwa kondisi ini menciptakan pasar yang sangat bergairah untuk kendaraan tanpa emisi.
“Saat ini terjadi semacam booming mobil listrik di pasar mobil bekas,” kata analis Finn.no, Terje Dahlgren dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026).
Data menunjukkan mobil listrik kini bahkan melampaui popularitas mesin diesel di berbagai platform daring. Berdasarkan pantauan Komisi Eropa rata-rata harga bensin di Uni Eropa melonjak hingga 1,84 euro per liter atau sekitar Rp 31.648 per liter hanya dalam periode singkat sejak akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026.
Peritel mobil bekas asal Perancis Aramisauto melaporkan lonjakan pangsa penjualan yang sangat tajam.
Jika pada pertengahan Februari angkanya hanya di kisaran 6,5 persen kini pemesanan kendaraan listrik melonjak dua kali lipat menjadi 12,7 persen.
CEO Aramisauto Romain Boscher menilai harga bensin yang menembus angka psikologis tertentu menjadi pemicu utama perubahan perilaku konsumen.
“Begitu harga bensin melewati 2 euro per liter, itu meninggalkan kesan yang kuat di benak konsumen,” ujar Boscher.
Baca Juga: 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
Kecenderungan ini mengingatkan pada krisis energi tahun 2022 saat konflik Rusia-Ukraina pecah.
Boscher menambahkan bahwa lonjakan kunjungan ke situs penjualan pada akhirnya terealisasi menjadi transaksi nyata untuk unit ramah lingkungan.
“Kami melihat peningkatan minat yang signifikan di situs, yang kemudian berujung pada pemesanan mobil listrik dan hybrid,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi