Otomotif / Autoseleb
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:15 WIB
Intip Garasi 'Mrs. Artikulasi', Juri LCC MPR yang Punya Aset Rp3,9 Miliar tapi Nol Kendaraan (Threads)
Baca 10 detik
  • Indri Wahyuni viral karena kontroversi penilaian artikulasi peserta LCC 4 Pilar MPR RI.
  • Berdasarkan LHKPN 2026, harta kekayaan bersihnya mencapai angka fantastis yakni Rp3,9 miliar.
  • Anehnya, pejabat eselon MPR ini tercatat sama sekali tidak memiliki aset kendaraan pribadi.

Suara.com - Polemik artikulasi dalam ajang LCC MPR baru-baru ini membuat publik ramai menyoroti isi garasi milik Indri Wahyuni.

Pejabat eselon tersebut ternyata memiliki harta miliaran rupiah namun tanpa satu pun kendaraan pribadi.

Menelusuri data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), ada anomali menarik dari sosok viral ini. Ia punya aset miliaran, tapi kolom transportasinya kosong melompong.

Publik tentu bertanya-tanya soal mobilitas hariannya menuju kompleks Senayan. Apakah sang pejabat hanya mengandalkan taksi daring atau memang memakai fasilitas mobil dinas kantor?

Awal Mula Julukan 'Mrs. Artikulasi'

Nama Indri Wahyuni mencuat usai ajang LCC 4 Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026. Kompetisi ini diwarnai aksi protes sopan dari regu SMAN 1 Pontianak.

Jawaban mereka sempat dianulir juri, namun jawaban serupa justru dibenarkan saat dijawab oleh regu lain. Di tengah perdebatan itu, Indri Wahyuni langsung mengambil sikap tegas memotong protes peserta.

"Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas," ujar Indri Wahyuni.

"Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai," pungkasnya di hadapan para siswa.

Baca Juga: Sosok Indri Wahyuni, Juri Cerdas Cermat MPR Dikritik Usai Salahkan Jawaban dan Artikulasi Peserta

Berdasarkan situs resmi MPR RI, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi. Posisinya memang sangat strategis dalam urusan pelaksanaan kegiatan kelembagaan tingkat nasional.

Tuan Tanah di Palembang

Mengesampingkan polemik penjurian, profil keuangan sang pejabat sangat layak mendapat atensi tersendiri. Total harta kotornya nyaris menembus angka lima miliar rupiah.

Mengutip pengumuman LHKPN periodik tahun 2025 yang dilaporkan pada 27 Maret 2026, kekayaan utamanya bersumber dari properti. Ia memiliki dua aset tanah dan bangunan bernilai fantastis di Kota Palembang.

Aset pertamanya seluas 252 meter persegi tercatat memiliki nilai taksir Rp3,5 miliar. Sementara aset properti kedua seluas 436 meter persegi dilaporkan seharga Rp850 juta.

Misteri Garasi Nol Kendaraan

Load More