- Iran memberikan izin kepada dua kapal tanker PT PIS melintasi Selat Hormuz yang krusial di tengah ketegangan geopolitik global.
- PIS berkoordinasi intensif dengan Kemlu RI menjamin keamanan kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro di Teluk Arab.
- Indonesia juga menangani kasus hukum kapal tanker Iran MT Arman 114 yang sebelumnya disita terkait pemalsuan identitas dan ilegal.
Suara.com - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran menunjukkan perkembangan positif di sektor energi dan logistik laut. Pemerintah Iran baru saja memberikan lampu hijau bagi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) untuk melintasi Selat Hormuz.
Izin ini menjadi krusial mengingat jalur tersebut merupakan titik nadi distribusi minyak dunia yang saat ini sedang dalam pengawasan ketat akibat eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Saat ini, PIS segera mematangkan persiapan teknis. Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI guna memastikan prosedur perlintasan berjalan tanpa hambatan.
"PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujar Vega dalam keterangannya beberapa saat lalu.
Fokus utama saat ini adalah menjamin keamanan dua kapal raksasa, Pertamina Pride dan Pertamina Gamsunoro, yang saat ini masih bersandar di perairan Teluk Arab (Teluk Persia). Manajemen memastikan bahwa seluruh kru dalam kondisi aman sembari menunggu instruksi keberangkatan.
Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa Kedutaan Besar Iran di Jakarta telah menyampaikan jaminan keamanan bagi armada Pertamina Group.
Langkah diplomasi ini dinilai strategis bagi ketahanan energi nasional, terutama di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
Isu Kapal Tanker Iran Memanas
Namun, di balik kelancaran negosiasi ini, terdapat isu hukum yang melibatkan kapal tanker berbendera Iran lainnya di Indonesia, yakni MT Arman 114.
Baca Juga: Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit
Kapal supertanker ini sebelumnya disita oleh Bakamla pada Juli 2023 di perairan Natuna karena diduga melakukan pemalsuan identitas otomatis (AIS) dan pemindahan minyak mentah ilegal ke kapal lain.
Kasus ini sempat memicu polemik hukum panjang karena meski nahkoda telah divonis bersalah pada 2024 dan kapal dirampas untuk negara, muncul gugatan perdata dari perusahaan pemilik kapal asal Panama, Ocean Mark Shipping (OMS) Inc.
MT Arman 114 sendiri memiliki nilai ekonomis yang sangat besar. Saat ditangkap, kapal tersebut membawa lebih dari 1,2 juta barel minyak mentah senilai triliunan rupiah.
Meskipun Kejaksaan Agung sempat melelang kapal tersebut pada awal tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp1,1 triliun, dinamika hukum terbaru di Pengadilan Negeri (PN) Batam mengubah situasi.
Kala itu, Majelis hakim PN Batam mengabulkan gugatan OMS Inc dan memerintahkan pengembalian kapal beserta seluruh muatannya kepada perusahaan tersebut.
Hakim menilai bahwa OMS Inc adalah pemilik sah yang memiliki iktikad baik dan tidak terbukti terlibat dalam tindak pidana yang dilakukan oleh nahkoda kapal terkait pencemaran lingkungan.
Putusan ini sekaligus membatalkan status rampasan negara yang sebelumnya melekat pada kapal tersebut.
Saat ini, MT Arman 114 masih berada di perairan Batu Ampar, Batam, dengan kondisi fisik yang mulai mengalami kerusakan akibat lama tidak beroperasi.
Penyelesaian kasus hukum MT Arman 114 ini disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran komunikasi diplomatik antara Indonesia dan Iran, termasuk pemberian izin melintas bagi kapal-kapal Pertamina di Selat Hormuz. Meskipun hal ini belum terbukti secara konkrit.
Berita Terkait
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam