Otomotif / Mobil
Senin, 30 Maret 2026 | 18:52 WIB
Ilustrasi mobil listrik. [Wuling]
Baca 10 detik
  • Pembelian mobil listrik bekas memerlukan pengecekan mendalam terutama pada riwayat dan kapasitas baterai utama kendaraan tersebut.
  • Pembeli harus memastikan ketersediaan riwayat servis resmi serta memeriksa sisa durasi garansi komponen vital seperti baterai.
  • Pertimbangkan infrastruktur pengisian daya di rumah dan sekitar lokasi, serta biaya operasional seperti pajak dan asuransi.

Suara.com - Mobil listrik bekas kini mulai dilirik banyak orang karena harganya lebih ramah kantong dibanding unit baru.

Namun, membeli mobil listrik bekas tidak bisa asal pilih.

Ada beberapa hal penting yang harus disiapkan, termasuk estimasi biaya agar pembeli tidak kaget di kemudian hari.

Kondisi Baterai

Baterai adalah komponen paling vital. Penurunan kapasitas baterai bisa membuat jarak tempuh berkurang drastis.

Jika baterai harus diganti, biayanya bisa sangat besar, berkisar Rp80 juta–Rp150 juta tergantung merek dan kapasitas.

Karena itu, pastikan riwayat servis baterai jelas dan garansi masih berlaku.

Riwayat Servis dan Garansi

Mobil listrik memiliki komponen berbeda dari mobil bensin. Garansi baterai umumnya berlaku hingga 8 tahun, jadi cek apakah garansi masih aktif. Ini bisa menghemat biaya besar jika ada masalah.

Baca Juga: 5 Mobil yang Paling Cocok Buat Orang yang Malas Ganti Oli, Mulai Rp60 Jutaan

Infrastruktur Pengisian Daya

Sebelum membeli, pikirkan soal charging. Instalasi listrik rumah untuk wall charger bisa menelan biaya Rp10 juta–Rp20 juta, tergantung kapasitas dan merek.

Jika tidak memasang di rumah, pastikan ada charging station di sekitar lokasi tinggal atau kantor.

Fitur dan Software

Mobil listrik sangat bergantung pada software. Update sistem infotainment atau ADAS biasanya gratis dari pabrikan, tapi jika perangkat keras bermasalah, biaya perbaikan bisa mencapai Rp5 juta–Rp15 juta.

Pastikan semua fitur masih berfungsi normal, jangan beli unit yang ada error.

Load More