Otomotif / Mobil
Senin, 30 Maret 2026 | 20:15 WIB
Honda Brio Satya produk mobil Honda yang mengisi segmen LCGC.[Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]
Baca 10 detik
  • Penjualan mobil LCGC melemah signifikan awal 2026 akibat daya beli masyarakat menurun dan pembiayaan makin ketat.
  • LCGC masih menjadi pilihan mobil pertama bagi banyak konsumen yang beralih dari kendaraan roda dua.
  • Kenaikan harga BBM global berpotensi menjadi peluang baru bagi LCGC karena efisiensi bahan bakarnya tinggi.

Suara.com - Penjualan mobil LCGC (Low Cost Green Car) tercatat melemah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini diprediksi dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat serta pengetatan dari lembaga pembiayaan.

Sales Marketing & After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengatakan LCGC masih menjadi pilihan utama konsumen yang membeli mobil pertama namun tekanan ekonomi membuat segmen ini jadi terdampak.

“LCGC itu masih market first car buyer. Banyak yang dari roda dua pindah ke LCGC untuk jadi mobil pertama mereka. Sekarang terlihat turun karena pembiayaan makin ketat dan daya beli juga lagi berkurang,” ujar Billy di kawasan Jakarta Utara, Senin (30 Maret 2026).

Meski begitu, Billy menilai situasi global justru membuka peluang baru bagi segmen ini. Konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung berpotensi mendorong kenaikan harga BBM. Kondisi ini bisa membuat konsumen kembali melirik mobil yang lebih irit bahan bakar.

“Kalau harga BBM naik, itu memang bisa jadi peluang buat LCGC karena sangat irit. Bisa tembus 1 liter untuk 20 kilometer,” ungkapnya.

Honda sendiri tetap menjaga daya tarik LCGC mereka melalui Brio Satya dengan memberikan sejumlah penyegaran kecil. Billy menyebut peningkatan pada bagian audio serta beberapa pembaruan lainnya sengaja dilakukan untuk menjaga minat pembeli di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Sebagai informasi, penurunan segmen LCGC memang terlihat cukup signifikan pada awal 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan LCGC di Februari 2026 tercatat 11 ribuan unit. Angka itu menunjukkan penurunan sekitar 20% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara secara akumulasi pada dua bulan pertama di tahun ini yaitu pada Januari hingga Februari 2026, penjualan segmen ini berada di kisaran 22 ribu unit yang mana masih lebih rendah dibanding capaian tahun sebelumnya yang berada di atas 28 ribu unit.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pasar LCGC masih berjalan lebih lambat dibandingkan segmen lainnya.

Baca Juga: Arus Balik Anti Stres! Honda Kembali Berangkatkan Ribuan Konsumen Setia ke Ibu Kota

Load More