Suara.com - Anda mungkin pernah mengalami dilema antara pertalite atau pertamax saat hendak mengisi bensin di SPBU.
Antrean pertalite mengular panjang namun harga lebih murah, sedangkan pertamax lebih mahal namun antrean terpantau pendek.
Sebenarnya memilih bahan bakar idealnya bukan sekadar soal harga. Ada faktor penting seperti oktan, performa mesin, hingga efisiensi jangka panjang yang perlu dipahami.
Agar tidak salah pilih, berikut penjelasan lengkap dan terupdate tentang perbedaan Pertalite dan Pertamax.
Perbedaan Utama: Angka Oktan (RON)
Perbedaan paling mendasar ada pada angka oktan atau RON (Research Octane Number).
- Pertalite: RON 90
- Pertamax: RON 92
Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan tekanan sebelum terbakar di dalam mesin.
Artinya:
- Semakin tinggi oktan, maka semakin tahan terhadap tekanan tinggi
- Semakin rendah oktan, maka lebih cepat terbakar
Karena itu, pertalite lebih cocok untuk mesin kompresi rendah – menengah, sedangkan pertamax cocok untuk mesin kompresi tinggi (mobil/motor modern).
Performa Mesin: Lebih Halus atau Biasa Saja?
Baca Juga: Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
Karena nilai oktannya lebih tinggi, Pertamax punya keunggulan dalam performa, di mana pembakaran lebih stabil, mesin lebih halus, hingga tarikan lebih responsif.
Selain itu, Pertamax membantu mencegah knocking yang bisa merusak komponen jika dibiarkan. Knocking sendiri suara ketukan logam akibat pembakaran tidak normal di ruang bakar (detonasi) yang berpotensi merusak piston dan klep.
Efisiensi & Konsumsi BBM
Banyak orang mengira Pertalite lebih hemat karena lebih murah. Padahal belum tentu. Penggunaan pertalite membuat konsumsi bahan bakar bisa lebih boros di mesin modern.
Justru dalam jangka panjang, Pertamax sering terasa lebih irit untuk kendaraan terbaru, karena energi yang dihasilkan lebih optimal.
Dampak ke Mesin Kendaraan
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia
-
Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah
-
Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Rahasia Bikin Ban Mobil Tetap Awet dengan Teknik Rotasi dan Spooring yang Tepat
-
Fenomena Yamaha Tmax Tetap Jadi Buruan Walau Seharga Innova Reborn
-
Tips Hadapi Macet Tanjakan Saat Libur Panjang Gunakan Suzuki Grand Vitara
-
Apakah Hari Ini Ada Ganjil Genap? Ini Aturan Tanggal 14-17 Mei 2026
-
Yogyakarta Jadi Saksi, Indomobil eMotor Jawab Keraguan Harga Hingga Baterai yang Tembus 140 Km
-
Terpopuler: 5 Mobil Bekas Pajak Rp1,5 Jutaan untuk Keluarga Kecil, Keunikan Honda Navi 2026
-
Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan