Otomotif / Motor
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:22 WIB
Apa Beda Bensin Pertalite dan Pertamax? Ini Penjelasan Lengkapnya. (Freepik)

Suara.com - Anda mungkin pernah mengalami dilema antara pertalite atau pertamax saat hendak mengisi bensin di SPBU. 

Antrean pertalite mengular panjang namun harga lebih murah, sedangkan pertamax lebih mahal namun antrean terpantau pendek.

Sebenarnya memilih bahan bakar idealnya bukan sekadar soal harga. Ada faktor penting seperti oktan, performa mesin, hingga efisiensi jangka panjang yang perlu dipahami.

Agar tidak salah pilih, berikut penjelasan lengkap dan terupdate tentang perbedaan Pertalite dan Pertamax.

Perbedaan Utama: Angka Oktan (RON)

Perbedaan paling mendasar ada pada angka oktan atau RON (Research Octane Number).

  • Pertalite: RON 90
  • Pertamax: RON 92

Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan tekanan sebelum terbakar di dalam mesin.

Artinya:

  • Semakin tinggi oktan, maka semakin tahan terhadap tekanan tinggi
  • Semakin rendah oktan, maka lebih cepat terbakar

Karena itu, pertalite lebih cocok untuk mesin kompresi rendah – menengah, sedangkan pertamax cocok untuk mesin kompresi tinggi (mobil/motor modern).

Performa Mesin: Lebih Halus atau Biasa Saja?

Baca Juga: Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Karena nilai oktannya lebih tinggi, Pertamax punya keunggulan dalam performa, di mana pembakaran lebih stabil, mesin lebih halus, hingga tarikan lebih responsif. 

Selain itu, Pertamax membantu mencegah knocking yang bisa merusak komponen jika dibiarkan. Knocking sendiri suara ketukan logam akibat pembakaran tidak normal di ruang bakar (detonasi) yang berpotensi merusak piston dan klep.

Efisiensi & Konsumsi BBM

Banyak orang mengira Pertalite lebih hemat karena lebih murah. Padahal belum tentu. Penggunaan pertalite membuat konsumsi bahan bakar bisa lebih boros di mesin modern.

Justru dalam jangka panjang, Pertamax sering terasa lebih irit untuk kendaraan terbaru, karena energi yang dihasilkan lebih optimal.

Dampak ke Mesin Kendaraan

Load More