- BYD meluncurkan teknologi pengisian daya ultra cepat 1.500 kW yang mampu menambah jarak tempuh 500 km dalam lima menit.
- Teknologi pengisian daya kilat tersebut diaplikasikan pada model Denza Z9GT dengan dukungan baterai Blade generasi kedua yang canggih.
- BMW menanggapi inovasi BYD dengan skeptis karena khawatir kecepatan ekstrem akan mengorbankan daya tahan dan keandalan baterai kendaraan.
Suara.com - Produsen otomotif asal Tiongkok BYD menghadirkan terobosan di pasar kendaraan listrik dengan memciptakan sistem pengisian daya ultra cepat.
BYD meluncurkan teknologi pengisian daya kilat 1.500 kW yang menjanjikan kecepatan setara dengan pengisian bahan bakar mobil konvensional.
Meski terdengar revolusioner, raksasa otomotif Jerman BMW justru memandang skeptis inovasi tersebut.
Berdasarkan keterangan BYD, model Denza Z9GT mampu menambah jarak tempuh sekitar 500 km hanya dalam waktu lima menit. Pencapaian ini didukung oleh teknologi pengisian daya 1.500 kW serta penggunaan baterai Blade generasi kedua.
Sistem ini mengandalkan perangkat untuk menyalurkan arus listrik yang sangat tinggi agar mencapai kecepatan puncak.
Menanggapi klaim luar biasa tersebut, Markus Fallbohmer selaku kepala produksi baterai BMW mengingatkan adanya kompromi teknis di balik kecepatan pengisian tersebut.
“Anda harus selalu berhati-hati dengan pengumuman semacam itu,” katanya, dikutip Jumat (3 April 2026).
“Memang mungkin untuk mengoptimalkan satu indikator kinerja saja, tetapi Anda harus berkompromi di sisi lain. Kita juga bisa meningkatkan kecepatan pengisian daya, tetapi kemudian Anda harus mengurangi faktor penting lainnya dari sebuah baterai.” sambungnya.
Saat ini BMW iX3 generasi kedua dan i3 terbaru menjadi lini dengan pengisian daya tercepat milik BMW yang mendukung kecepatan puncak 400 kW. Teknologi ini mampu mengisi daya untuk jarak 400 km dalam 10 menit.
Baca Juga: BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium
BMW menegaskan bahwa mereka lebih mengutamakan aspek kualitas serta keamanan pada kecepatan tersebut dan mempertanyakan apakah BYD mampu menjamin hal serupa.
Pihak manajemen BMW mengindikasikan bahwa melampaui batas kecepatan tersebut akan berdampak buruk pada daya tahan baterai, jarak tempuh, hingga biaya operasional yang tidak diperlukan untuk penggunaan harian.
“Kami berupaya untuk semakin mengurangi waktu pengisian daya, tetapi Anda harus memperhatikan jangkauan, daya tahan, dan keandalan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50
-
IMI Awards 2025 Digelar, Drifter Muda Obell Raih Penghargaan
-
IMI Awards Apresiasi Industri hingga Atlet Otomotif Nasional
-
Strategi Changan Gempur Pasar Otomotif Nasional Melalui Deepal S05 dengan Teknologi REEV dan BEV
-
Bocoran Spesifikasi dan Harga Leapmotor B10 yang Segera Melantai di GIIAS 2026
-
4 Motor 150cc Termurah dan Irit buat Pelajar, Apa Opsinya?
-
Hyundai Pastikan IONIQ 3 Siap Melantai di GIIAS 2026
-
Dulu Sungkan Merger Kini Mau Jadi Partner, Honda dan Nissan Siap Kembangkan Kendaraan 'Next Gen'
-
Akun Mazda Indonesia Tertangkap Promosikan Crypto Casino, Kok Bisa ?
-
Kejutan! Ternyata Ini Mobil Terlaris Suzuki 2026, Bukan Ertiga atau Fronx