- Inovasi baterai dan gempuran merek Tiongkok membuat harga SUV bekas populer merosot tajam.
- Depresiasi terparah menghantam SUV listrik dan mobil bekas dengan stigma perawatan mahal.
- Jika sering ganti mobil, utamakan membeli merek dengan layanan purna jual yang terjamin aman.
Suara.com - Siapa sangka, impian memiliki mobil SUV idaman kini bisa berujung mimpi buruk finansial akibat harga jual bekas yang diprediksi terjun bebas di tahun 2026. Fenomena depresiasi ekstrem ini menampar realita bahwa kendaraan roda empat, sekeren apa pun itu, tidak selalu bisa diandalkan layaknya sebuah instrumen investasi.
Jika Anda masih memegang prinsip lawas "beli mobil itu investasi", coba pikir ulang. Kalau beli tanah mungkin iya, tapi kalau Anda meminang salah satu dari 5 SUV populer yang bakal kita bahas ini, siap-siap saja dompet berasa bocor halus.
Ada dua "badai besar" yang membuat harga SUV ini terjun bebas di 2026. Pertama, tsunami merek Tiongkok.
Pabrikan asal negeri tirai bambu kini datang membawa fitur "kelas sultan" dengan harga yang bikin merek Jepang garuk-garuk kepala. Kedua, evolusi teknologi yang super cepat. Fitur mobil masa kini sangat cepat usang, mirip seperti smartphone jadul.
Biar tidak salah langkah, berikut 5 SUV terkenal di Indonesia dengan spesifikasi gahar, tapi harga bekasnya diprediksi merana di tahun 2026:
1. Hyundai Ioniq 5
Prediksi Depresiasi: Hingga 40-45 persen dari harga baru
Di atas kertas, Ioniq 5 adalah mahakarya. Menggunakan platform E-GMP canggih, mobil ini punya fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang bisa menghidupkan alat elektronik rumah tangga, hingga arsitektur 800V yang membuat baterai 72,6 kWh-nya bisa dicas 80 persen cuma dalam 18 menit. Harga barunya pun tembus Rp800-900 jutaan.
Kenapa anjlok? Saking banyaknya unit yang beredar, hukum ekonomi pun berlaku: barang melimpah, harga goyang.
Baca Juga: BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter, Cukup Buat Kerja Bolak-Balik Jakarta-Bandung Pakai Mobil Pribadi?
Pada tahun 2026, teknologi EV berkembang pesat. Rival seperti BYD menawarkan harga jauh lebih miring dengan teknologi baterai blade terbaru.
Alhasil, Ioniq 5 bekas harus rela turun kasta dan harganya dipaksa banting setir agar tetap dilirik showroom sekon.
2. Chery Omoda 5
Prediksi Depresiasi: Sekitar 35-40 persen di 3 tahun pertama
Bicara soal desain, SUV crossover ini bagaikan mobil dari masa depan. Layar ganda 20,5 incinya memukau, apalagi varian GT (1.6L Turbo) sanggup memuntahkan tenaga 197 hp dengan torsi 290 Nm yang dikawal transmisi 7-speed DCT.
Fitur ADAS-nya pun super lengkap dengan harga baru yang menggoda (Rp346 - 499 jutaan).
Kenapa anjlok? Siklus pembaruan model mobil Tiongkok sangat cepat, membuat model lamanya seketika terlihat usang.
Selain itu, di bursa mobil bekas 2026, kepercayaan konsumen awam terhadap daya tahan mesin turbo performa tinggi dan kerumitan kelistrikannya masih terus diuji.
Gosip sedikit saja di komunitas soal isu transmisi bisa langsung bikin harga bekasnya drop tajam.
3. Mazda CX-3 (Varian 2.0L)
Prediksi Depresiasi: Sekitar 30-35 persen (Lebih parah dari varian 1.5L)
Bagi kaum driver enthusiast, Mazda CX-3 2.0L Pro/AutoExe adalah idaman. Mesin Skyactiv-G 2.0L bertenaga 149 PS sanggup menuntaskan 0-100 km/jam di bawah 10 detik.
Dilengkapi Sunroof, Head-up display, dan i-Activsense, mobil ini dibanderol hampir menembus Rp600 juta untuk harga barunya.
Kenapa anjlok? Realita pasar sekon sangat kejam.
Pembeli awam yang mencari compact SUV bekas biasanya mundur teratur saat melihat pajak mesin 2.000 cc-nya.
Pasaran kini jauh lebih menyukai CX-3 varian 1.5L yang pajaknya ramah kantong. Stigma biaya servis dan mahalnya suku cadang orisinal Mazda membuat varian 2.0L ini lambat laku di bursa bekas.
4. Hyundai Santa Fe (Mesin Bensin)
Prediksi Depresiasi: Mencapai 40 persen (Kalah telak dari varian Diesel)
Secara kelas, ini adalah SUV premium 7-seater yang sangat refined (halus). Mesin 2.5L bensinnya menyemburkan tenaga hingga 194 PS.
Kabinnya kedap, suspensinya nyaman, dan punya fitur Hyundai SmartSense yang sangat pintar. Harga barunya menembus Rp735-800 jutaan.
Kenapa anjlok? Takdir Santa Fe di Indonesia adalah mobil diesel. Varian bensin di pasar mobil bekas ibarat sayur tanpa garam; sepi peminat.
Pembeli bekas ogah meminangnya karena konsumsi BBM dalam kota hanya di kisaran 1:9 km/liter dan wajib minum oktan 92 (Pertamax).
Karena torsinya kalah telak dari varian diesel CRDi, penjual varian bensin harus rela memangkas harga habis-habisan.
5. Chevrolet Captiva Lama
Prediksi Depresiasi: >50 persen (Hanya laku untuk pehobi)
Walau mereknya sudah pamit, Captiva diesel 2.0L VCDi sejatinya sangat underrated.
Mobil ini tangguh, punya kabin lapang, dan torsinya tembus 400 Nm, sangat nikmat untuk melibas tanjakan.
Saat ini pun harganya sudah sangat jatuh, di kisaran Rp90 hingga Rp240 jutaan tergantung tahun produksi (mentok di 2017).
Kenapa makin anjlok? Di tahun 2026, mobil ini resmi masuk kategori "mobil hobi/kolektor".
Rasa takut konsumen awam terhadap ketersediaan suku cadang kelistrikan (seperti modul ECU/TCM) dan keharusan menggunakan bahan bakar sekelas Dex untuk merawat mesin common rail-nya bikin orang mikir dua kali.
Penjualnya cuma bisa pasrah banting harga agar mobil segera keluar dari garasi.
Pada akhirnya, jatuhnya harga jual kembali bukan semata-mata karena spesifikasi mobilnya jelek, tapi soal peace of mind alias ketenangan pikiran pembeli berikutnya.
Orang Indonesia kalau beli mobil bekas, yang dipikirkan pertama bukanlah seberapa kencang mesin turbonya, melainkan: bengkelnya gampang atau tidak? Pajak dan bensinnya bikin dompet jebol atau tidak?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
7 Sepeda Listrik Kuat Tanjakan dengan Fitur Fast Charging, Harga Mulai Rp3 Jutaan!
-
Berapa Biaya Pajak STNK Motor Listrik Tahun 2026? Beda Jauh dengan Motor Biasa
-
Terpopuler: 5 Motor Listrik dengan Garansi Baterai Terlama hingga Motor Bekas Paling Irit
-
7 Motor Listrik Fast Charging Rp10 Jutaan untuk Ojol, Isi Baterai Cuma 20 Menit
-
Pembalap McLaren Oscar Piastri Amankan Posisi Kedua GP Jepang 2026
-
Pertamina Pastikan Distribusi Pertalite dan Pertamax di Kota Cilegon Tetap Terjaga
-
Apakah Sepeda Listrik Boros Listrik? Ini 6 Rekomendasi Selis Tangguh Fast Charging
-
5 Motor Bekas Paling Irit dan Jarang Rewel, Hemat Biaya dan Minim Perawatan!
-
Itung-itungan Biaya Servis Motor Listrik: 5 Unit Ini Anti Langganan Bengkel
-
VinFast Daftarkan Paten Mobil SUV 7 Penumpang Baru di Indonesia, Tantang BYD M6?