Otomotif / Mobil
Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:05 WIB
Daihatsu. [AFP]
Baca 10 detik
  • PT Astra Daihatsu Motor berhasil mengekspor 42.205 unit kendaraan ke 64 negara selama periode Januari hingga April 2026.
  • Volume ekspor PT Astra Daihatsu Motor tercatat mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 33 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
  • Kualitas produksi lokal dan pemulihan ekonomi global menjadi faktor utama peningkatan daya saing ekspor otomotif asal Indonesia.

Suara.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berhasil menembus pasar ekspor hingga ke 64 negara di dunia. Performa ini menunjukkan bahwa kualitas mobil rakitan dalam negeri semakin mendominasi kancah internasional melalui pertumbuhan yang signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT ADM Sri Agung Handayani memaparkan bahwa capaian ekspor secara kumulatif tumbuh tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Jadi YTD (year to date) April itu ekspor kita 42 ribu (unit), naik 33 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Sri Agung Handayan, di Tangerang, baru-baru ini.

Lonjakan ekspor sebesar 33 persen ini menjadi bukti kuat daya saing kendaraan roda empat buatan Indonesia. Selain pemulihan ekonomi di berbagai negara tujuan, kepercayaan mitra global terhadap standar produksi lokal menjadi faktor penentu kesuksesan pengapalan unit ke luar negeri.

"Beberapa negara balik order, berarti ekonomi dia membaik," ungkapnya.

Daihatsu kini memegang peran sebagai salah satu tulang punggung utama ekspor otomotif tanah air. Dari total 159.662 unit mobil utuh atau CBU yang dikapalkan dari Indonesia pada periode Januari hingga April 2026, sekitar 26,43 persen atau sebanyak 42.205 unit berasal dari pabrik Daihatsu.

Selain memproduksi merek sendiri, ADM dipercaya merakit kendaraan untuk merek Toyota dan Mazda. Model Toyota Raize tercatat menjadi primadona ekspor dengan kontribusi mencapai 40 persen, disusul Toyota Wigo sebesar 25 persen. Pasar domestik Jepang sendiri menyerap sekitar 20 persen dari total volume pengiriman.

Kawasan Timur Tengah yang mencakup Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Qatar juga menunjukkan sinyal positif meski sempat mengalami jeda pengiriman singkat. "Mereka sempat berhenti satu bulan pada April lalu, tapi di bulan Mei ini kita sudah ekspor lagi," pungkas Sri Agung.

Pencapaian ini mempertegas posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif yang andal di tengah persaingan pasar dunia yang dinamis. Kenaikan volume ekspor ini diharapkan terus berlanjut seiring membaiknya kondisi ekonomi global di masa mendatang.

Baca Juga: Daihatsu Beri Sinyal Rocky Hybrid Bakal Dirakit di Malaysia

Load More