Otomotif / Mobil
Senin, 06 April 2026 | 15:35 WIB
Ilustrasi baterai mobil listrik Massiv Thunder EV. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)

Suara.com - Jangan sekali-kali menunda ganti baterai mobil listrik jika ingin awet dan terawat.

Bahkan, menunda mengganti baterai mobil listrik justru akan berakibat boncos bagi pemilik.

Menunggu untuk mengganti baterai memang sekilas nampak dapat menekan biaya pengeluaran bulanan bagi para pemilik EV.

Tak sedikit pemilik unit mobil EV berpikir bahwa lebih baik ganti baterai di bulan depan ketimbang menambah pengeluaran di bulan ini.

Faktanya, menunda mengganti baterai mobil listrik justru akan menimbulkan biaya tambahan tak diinginkan di kemudian hari.

Lantas, berapa biaya ganti baterai mobil listrik? Apa bahaya dan risiko tak segera ganti?

Menunda sama dengan keluar lebih banyak biaya

Menunda penggantian baterai mobil listrik yang sudah aus hanya akan memicu pembengkakan biaya di kemudian hari.

Komponen baterai yang tidak sehat memaksa sistem manajemen energi bekerja ekstra keras, sehingga berisiko merusak unit kontroler dan modul inverter yang harganya sangat mahal.

Selain itu, efisiensi pengisian daya yang buruk akan membuat tagihan listrik meningkat karena energi banyak terbuang menjadi panas.

Baca Juga: 7 Tips Merawat Baterai Motor Listrik agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

Bahaya paling nyata adalah risiko kerusakan permanen pada sistem termal kendaraan.

Jika sel baterai mengalami kegagalan total, biaya perbaikan bisa jauh melampaui harga satu unit baterai baru.

Kerugian finansial juga datang dari anjloknya nilai jual kembali mobil karena kondisi teknis yang terbengkalai.

Menunda ganti baterai juga sangat berisiko bagi keselamatan.

Baterai yang aus mudah mengalami thermal runaway atau panas berlebih yang memicu kebakaran hebat.

Selain itu, tenaga bisa hilang mendadak saat mendahului kendaraan lain atau di tanjakan, sehingga memperbesar risiko kecelakaan fatal bagi pengguna jalan.

Load More