- Toyota menarik lebih dari satu juta unit kendaraan di Amerika Serikat sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
- Program recall dilakukan guna memperbaiki berbagai kerusakan komponen krusial demi menjamin keselamatan pengemudi serta penumpang kendaraan.
- Model terdampak meliputi Toyota Highlander, Prius, Tundra, serta lini mewah Lexus akibat adanya potensi masalah teknis.
Suara.com - Toyota mencatatkan laporan penting pada kuartal pertama 2026 di Amerika Serikat. Pabrikan raksasa asal Jepang ini dilaporkan telah melakukan sembilan kali penarikan kembali atau recall dengan total unit terdampak menembus angka satu juta kendaraan.
Melansir laporan Motor1 data hingga 2 April 2026 menunjukkan terdapat 1.024.794 unit Toyota dan Lexus yang masuk dalam program perbaikan massal tersebut.
Langkah ini diambil karena adanya berbagai potensi masalah keselamatan dan kerusakan komponen yang cukup krusial bagi keselamatan pengemudi maupun penumpang.
Model Toyota Highlander menjadi penyumbang terbesar dalam daftar recall tahun ini. Sekitar 550.000 unit Highlander ditarik karena masalah pada mekanisme penguncian jok baris kedua.
Jika tidak segera diperbaiki sandaran jok tersebut berpotensi tidak mengunci dengan benar setelah disesuaikan sehingga meningkatkan risiko cedera bagi penumpang saat terjadi kecelakaan.
Selain itu Toyota Prius juga mengalami kendala yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 141.286 unit Prius dipanggil kembali karena pintu belakang mobil berisiko terbuka secara tiba-tiba saat sedang dikemudikan.
Sementara itu model pikap Toyota Tundra tahun model 2024 hingga 2025 ikut ditarik karena gangguan pada tampilan kamera belakang yang tidak muncul di layar monitor.
Masalah lain juga menimpa lini mewah mereka yaitu Lexus. Beberapa model seperti Lexus LX ditarik karena risiko kerusakan transmisi dan potensi airbag penumpang depan yang tidak mengembang secara sempurna.
Ada pula penarikan unit dalam jumlah kecil seperti Toyota bZ4X dan Toyota Corolla terkait ketidaksesuaian standar komponen lampu depan.
Baca Juga: Murah nan Awet: Harga Mobil Rush Bekas Dibawah 100 Juta Dapat Tahun Berapa Saja?
Hingga saat ini Toyota berada di posisi ketiga sebagai pabrikan dengan jumlah recall terbanyak di Amerika Serikat. Posisi tersebut menempatkan mereka di belakang General Motors dan Ford yang masih memimpin dengan hampir 7,5 juta unit penarikan kembali pada periode yang sama.
Total angka satu juta unit dalam waktu singkat yang dicatatkan Toyota tentu saja menjadi perhatian serius bagi konsumen di pasar otomotif global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
7 Motor Listrik untuk Wanita dengan Desain Stylish dan Bobot Ringan
-
BMW Siapkan SUV Off-Road Penantang Langsung Range Rover
-
Mantan Desainer iPhone Pilih Tombol Fisik untuk Mobil Listrik Ferrari Ketimbang Layar Sentuh
-
Berapa Biaya Charge Mobil Listrik di Rumah? Segini Daya Listrik yang Dibutuhkan
-
Masa Pakai Baterai Motor Listrik Berapa Km? Ini Tanda Harus Segera Diganti
-
5 Kelebihan Chery QQ3, Mobil Listrik Murah Rp146 Juta dengan Kabin Premium
-
Segini Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik, Jangan Tunggu Mogok Agar Tak Boncos
-
Changan Perkenalkan Teknologi BlueCore HEV Solusi Berkendara Irit Tanpa Repot Isi Daya
-
5 Rekomendasi Sepeda Listrik Bisa Angkut Beban Berat 150 sampai 300 Kg, Mulai Rp3 Jutaan
-
Mengapa Hidupkan Lagi Insentif EV Bisa Redam Krisis Energi Akibat Konflik Timteng?