Suara.com - Membeli mobil tua bagus (motuba) atau mobil klasik kini semakin diminati, terutama bagi Anda yang ingin tampil beda dengan kendaraan berkarakter. Namun, tanpa pengetahuan yang cukup, keputusan ini bisa berisiko.
Karena itu, memahami tips membeli motuba untuk pemula sangat penting agar Anda tidak salah pilih dan tetap mendapatkan kendaraan yang layak pakai.
Dengan pendekatan yang tepat, motuba bisa menjadi investasi sekaligus kendaraan harian yang nyaman.
Melalui panduan tips membeli motuba untuk pemula berikut, Anda akan lebih siap dalam menentukan pilihan yang sesuai kebutuhan dan budget.
Tips Membeli Motuba untuk Pemula
1. Pilih merk ternama
Memilih merek yang sudah dikenal luas menjadi langkah awal yang penting. Merek ternama biasanya memiliki kualitas produksi yang lebih konsisten serta jaringan servis yang lebih luas. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam jangka panjang.
Sebagai gambaran, mobil dari merek populer biasanya masih memiliki komunitas aktif dengan anggota mencapai ribuan orang di Indonesia.
Ini memudahkan Anda mendapatkan informasi, referensi bengkel, hingga suku cadang. Selain itu, nilai jual kembali juga cenderung lebih stabil dibanding merek yang kurang dikenal.
2. Cek riwayat servis
Baca Juga: 7 Mobil Tua yang Masih Diminati: Opsi Aman Pendamba Kendaraan Murah, Pajak Tak Mencekik
Riwayat servis menjadi indikator penting untuk mengetahui bagaimana pemilik sebelumnya merawat kendaraan. Mobil yang rutin diservis biasanya memiliki kondisi mesin yang lebih terjaga dan minim masalah besar.
Idealnya, motuba memiliki catatan servis setiap 5.000–10.000 km. Jika dokumen ini tersedia, Anda bisa menilai apakah perawatan dilakukan secara berkala atau tidak.
Tanpa riwayat servis yang jelas, risiko kerusakan tersembunyi bisa meningkat hingga 40–50%, terutama pada bagian mesin dan sistem kelistrikan.
3. Pertimbangkan kemudahan mencari suku cadang
Kemudahan mendapatkan suku cadang menjadi faktor krusial dalam memiliki motuba. Beberapa mobil lawas memiliki part yang sudah langka, sehingga biaya perawatan bisa membengkak.
Sebagai perbandingan, mobil dengan populasi besar biasanya memiliki ketersediaan spare part hingga 80% lebih mudah ditemukan di pasaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta
-
Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?
-
Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati
-
Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?
-
Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?
-
Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar
-
Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung