Otomotif / Mobil
Selasa, 07 April 2026 | 15:23 WIB
5 Mobil Listrik 7 Seater untuk Keluarga, Kabin Luas dan Biaya Operasional Setara Motor

Suara.com - Mobil listrik kini bukan lagi sekadar tren, melainkan solusi nyata bagi keluarga modern yang menginginkan kendaraan nyaman, hemat, dan ramah lingkungan.

Di Indonesia, segmen mobil listrik 7 penumpang mulai berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan keluarga dengan kabin luas namun tetap efisien dalam penggunaan energi.

Mengacu pada laporan International Energy Agency (IEA), kendaraan listrik di segmen MPV dan SUV memang tengah naik daun di kawasan Asia. Hal ini tidak lepas dari kebutuhan mobilitas keluarga yang tinggi, serta dorongan untuk beralih ke kendaraan bebas emisi.

Ada beberapa alasan kuat kenapa mobil listrik kini semakin dipercaya sebagai kendaraan keluarga. Pertama, biaya operasional jauh lebih hemat.

Dibandingkan mobil bensin, biaya “isi ulang” mobil listrik bisa setara bahkan lebih murah dari pengeluaran bahan bakar motor harian. Pengguna hanya perlu mengisi daya baterai, baik di rumah maupun di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Kedua, perawatan lebih sederhana. Mobil listrik tidak memiliki banyak komponen kompleks seperti mesin pembakaran internal. Tidak ada oli mesin, busi, atau sistem knalpot, sehingga biaya servis rutin lebih rendah.

Ketiga, kabin lebih senyap dan nyaman. Tanpa suara mesin, perjalanan terasa lebih halus. Ini penting untuk keluarga, terutama saat membawa anak-anak atau lansia. Keempat, ramah lingkungan. Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga membantu mengurangi polusi udara, khususnya di kota besar.

Tak kalah penting, pemerintah Indonesia juga memberikan berbagai insentif, mulai dari pajak lebih ringan hingga kemudahan administrasi, yang membuat mobil listrik semakin menarik untuk dimiliki.

Rekomendasi Mobil Listrik 7-Seater untuk Keluarga

Berikut lima mobil listrik berkapasitas 7 penumpang yang bisa jadi pilihan terbaik untuk keluarga di Indonesia.

Baca Juga: 7 Mobil Listrik Paling Ideal untuk Keluarga: Kabin Lega, Mesinnya Juara

1. BYD M6 EV

BYD M6 EV (byd.com)

Harga: mulai dari Rp379 juta hingga Rp423 juta

BYD M6 EV menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen MPV listrik keluarga. Mobil ini hadir sebagai MPV 100% listrik dengan konfigurasi 7 kursi yang benar-benar fungsional.

Dari sisi performa, BYD M6 EV menawarkan dua pilihan baterai, yakni 55,4 kWh dan 71,8 kWh. Untuk varian Extended Range, jarak tempuhnya bisa mencapai hingga 530 km dalam sekali pengisian daya, sangat ideal untuk perjalanan luar kota.

Kabin terasa lega dengan desain ergonomis yang mendukung kenyamanan seluruh penumpang. Tak heran jika mobil ini cepat populer di kalangan keluarga Indonesia.

2. Aletra L8 EV

Aletra L8 EV (aletra.id)

Harga diperkirakan di rentang Rp500-700 juta

Aletra L8 EV menjadi salah satu mobil listrik 7-seater dari brand lokal yang mulai mencuri perhatian. Meski pengembangannya masih berlangsung secara bertahap, kehadiran Aletra menunjukkan bahwa industri otomotif nasional juga ikut bersaing di era elektrifikasi.

Sebagai SUV listrik, Aletra L8 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan kapasitas besar dan desain tangguh. Mobil ini diproyeksikan memiliki fitur modern serta efisiensi tinggi, meski detail spesifikasi lengkapnya masih dirilis secara bertahap.

Kehadiran Aletra L8 EV bisa menjadi alternatif menarik, terutama bagi konsumen yang ingin mendukung produk dalam negeri.

3. BYD Tang EV

BYD Tang EV (byd.com)

Perkiraan harga: di atas Rp800 juta (tergantung impor dan spesifikasi)

Bagi yang menginginkan mobil listrik keluarga dengan nuansa premium, BYD Tang EV bisa menjadi pilihan tepat. SUV ini menawarkan konfigurasi 7 kursi dengan desain mewah dan performa tinggi.

Tang EV dikenal memiliki akselerasi responsif serta fitur keselamatan dan hiburan yang lengkap. Interiornya pun didesain elegan dengan material berkualitas tinggi, memberikan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus berkelas.

Meski distribusinya di Indonesia belum seluas model lain, minat terhadap mobil ini terus meningkat, terutama di segmen premium.

4. Maxus Mifa 9

Maxus Mifa 9 (maxusofficial.com)

Harga: sekitar Rp1 miliar

Maxus Mifa 9 merupakan MPV listrik premium yang sudah resmi hadir di Indonesia. Mobil ini cocok untuk keluarga besar yang mengutamakan kenyamanan tingkat tinggi.

Keunggulan utama Mifa 9 terletak pada kabinnya yang sangat luas dan mewah. Kursi penumpang didesain ergonomis dengan fitur elektrik, bahkan beberapa varian dilengkapi captain seat yang memberikan kenyamanan layaknya kelas bisnis.

Dari sisi performa, mobil ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 520 km dalam sekali pengisian daya. Cocok untuk perjalanan jauh bersama keluarga tanpa sering mengisi ulang.

5. Mercedes-Benz EQB 250 Progressive Line

Mercedes-Benz EQB 250 Progressive Line (mercedes-ina.com)

Harga: sekitar Rp1,6 miliar

Untuk penggemar mobil Eropa, Mercedes-Benz EQB 250 menawarkan kombinasi teknologi canggih dan kenyamanan premium dalam format SUV 7-seater.

Mobil ini mengusung desain khas Mercedes-Benz dengan sentuhan modern khas kendaraan listrik. Interiornya dilengkapi sistem infotainment canggih, material premium, dan berbagai fitur keselamatan mutakhir.

Meski kapasitas baris ketiga lebih cocok untuk anak-anak, EQB tetap menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang menginginkan kendaraan listrik dengan prestige tinggi.

Biaya Operasional

Mengenai biaya operasional masing-masing motor, diperkirakan setara dengan motor. Biaya utama mobil listrik berasal dari pengisian daya (charging). Kita ambil contoh mobil seperti BYD M6 EV atau MPV listrik sekelasnya. Diperkirakan biaya operasional seperti ini:

Konsumsi rata-rata: ± 6–7 km per kWh

Tarif listrik rumah tangga (non-subsidi): ± Rp1.444 per kWh

Simulasi biaya operasional:

Misalnya kamu berkendara 1.000 km per bulan

Kebutuhan energi sekitar 1.000 km dibagi 6 km/kWh, artinya menelan energi sekitar 167 kWh.

Biaya listrik 167 kWh dikalikan Rp1.444, hasilnya Rp241.000 per bulan. Jadi, biaya “bahan bakar” mobil listrik sekitar Rp200–300 ribu per bulan untuk pemakaian normal.

Sekarang kita bandingkan dengan motor bensin:

Diperkirakan konsumsi motor dengan jarak tempuh kurang 40–50 km per liter dengan harga bensin katakanlah Rp10.000 per liter menghabiskan biaya bensin sebesar Rp220.000 per bulan. Penghitungannya seperti ini:

Jarak tempuh 1.000 km dibagi 45 km/liter diperoleh 22 liter dalam 1.000 km. 

Harga 22 liter bensin adalah 22 liter dikalikan Rp10.000, hasilnya Rp220.000 per bulan.

Dapat disimpulkan, perkiraan biaya operasional motor (bensin) per bulan Rp200-250 ribu per bulan. Sedangkan biaya operasional mobil listrik per bulan kurang lebih Rp200-300 ribu. Ini artinya biaya operasional kaitannya dengan penyerapan energi menelan biaya yang setara. 

Demikian itu rekomendasi lima mobil listrik 7 seater untuk keluarga, kabin luas, dan biaya operasional setara motor. Meski masih ada tantangan seperti harga awal yang relatif tinggi dan infrastruktur pengisian daya yang belum merata, perkembangan mobil listrik di Indonesia menunjukkan arah yang semakin positif.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More