Otomotif / Mobil
Selasa, 07 April 2026 | 19:55 WIB
Mobil Listrik Rp100 juta/Wuling

Suara.com - Minat terhadap mobil listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan naiknya harga bahan bakar dan kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan.

Namun, banyak orang masih beranggapan bahwa mobil listrik selalu mahal dan hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu. Padahal, dengan dana sekitar Rp100 juta, sebenarnya sudah ada beberapa opsi kendaraan listrik yang bisa dipertimbangkanmeskipun kebanyakan masih masuk kategori city car mini atau kendaraan listrik kompak.

Memang, di harga Rp100 jutaan, pilihan mobil listrik dalam arti konvensional (seperti mobil 4 penumpang ukuran standar) masih sangat terbatas. Namun, ada beberapa jenis kendaraan listrik seperti microcar atau mobil listrik mungil yang sudah bisa digunakan untuk kebutuhan harian, terutama di dalam kota.

Salah satu contoh yang sering dibicarakan adalah Wuling Air EV Lite. Meskipun harga barunya berada di atas Rp200 juta, dalam kondisi bekas atau unit tertentu, ada kemungkinan ditemukan mendekati Rp100–150 jutaan tergantung tahun dan kondisi.

Mobil ini cukup populer karena desainnya compact, mudah dikendarai, serta cocok untuk penggunaan di jalan perkotaan yang padat. Dengan kapasitas dua hingga empat penumpang, mobil ini bisa menjadi solusi mobilitas praktis tanpa bahan bakar.

Selain itu, ada juga pilihan seperti mobil listrik mini impor dari China yang sering dijual melalui marketplace atau distributor tertentu.

Beberapa model seperti Changli atau kendaraan listrik tanpa merek besar biasanya dibanderol mulai dari Rp80 juta hingga Rp120 juta. Kendaraan ini umumnya memiliki kecepatan terbatas, sekitar 40–60 km/jam, dan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, sehingga lebih cocok digunakan di lingkungan perumahan atau jarak dekat.

Pilihan lainnya adalah mobil listrik rakitan lokal atau konversi listrik. Beberapa bengkel di Indonesia menawarkan jasa konversi mobil bensin menjadi listrik dengan biaya yang bervariasi.

Jika sudah memiliki mobil lama, dana Rp100 juta bisa digunakan untuk proses konversi tersebut. Namun, penting untuk memastikan bahwa proses konversi dilakukan sesuai standar dan memiliki izin resmi agar tetap legal digunakan di jalan raya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater, Kabin Luas dan Biaya Operasional Setara Motor

Selain membeli unit baru atau bekas, ada juga opsi kendaraan listrik jenis Low Speed Electric Vehicle (LSEV). Kendaraan ini biasanya digunakan di area terbatas seperti kawasan wisata, perumahan, atau area industri.

Meskipun bentuknya menyerupai mobil, fitur dan performanya tidak setara dengan mobil konvensional. Namun, untuk kebutuhan mobilitas ringan, kendaraan ini cukup fungsional dan hemat biaya operasional.

Perlu dipahami bahwa di kisaran harga Rp100 juta, ada beberapa kompromi yang harus diterima. Misalnya dari segi jarak tempuh yang lebih pendek, fitur keselamatan yang terbatas, hingga performa yang tidak terlalu tinggi. Namun, untuk penggunaan harian jarak dekat seperti pergi ke sekolah, kantor, atau berbelanja, kendaraan listrik di kelas ini sudah cukup memadai.

Dari sisi biaya operasional, mobil listrik tetap unggul. Biaya pengisian daya jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar, dan perawatannya pun cenderung lebih sederhana karena tidak memiliki mesin pembakaran internal.

Hal ini membuat kendaraan listrik menjadi pilihan ekonomis dalam jangka panjang, meskipun harga awalnya mungkin terasa cukup besar.

Jadi, dengan dana Rp100 juta, pilihan mobil listrik memang masih terbatas, tetapi bukan berarti tidak ada. Kamu bisa mempertimbangkan mobil listrik mini, unit bekas, atau kendaraan listrik berkecepatan rendah sesuai kebutuhan. Yang terpenting adalah menyesuaikan pilihan dengan fungsi penggunaan sehari-hari agar tetap nyaman dan efisien.

Load More