Otomotif / Mobil
Jum'at, 10 April 2026 | 17:00 WIB
Mobil listrik bekas termurah yang cocok untuk taksi online. (freepik)

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, tren kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Bukan hanya karena ramah lingkungan, tetapi juga karena biaya operasionalnya jauh lebih murah dibanding mobil bensin.

Bagi driver taksi online, ini jelas jadi peluang besar. Namun, harga mobil listrik baru masih cukup tinggi. Solusinya? Mobil listrik bekas.

Menariknya, harga mobil listrik bekas kini sudah turun cukup signifikan, bahkan bisa 15–25% lebih murah dari harga baru, tergantung kondisi dan usia kendaraan . Bahkan, beberapa model sudah bisa didapat mulai puluhan juta rupiah.

Rekomendasi Mobil Listrik Bekas Termurah yang Cocok untuk Taksi Online

Lalu, apa saja pilihan mobil listrik bekas termurah yang cocok untuk taksi online? Simak daftarnya berikut ini.

1. Wuling Air EV

Wuling Air EV

Harga bekas: Rp110 – 180 jutaan

Wuling Air EV adalah salah satu mobil listrik paling populer di Indonesia, terutama di pasar bekas. Mobil ini sangat cocok untuk taksi online karena:

  • Ukuran compact, mudah bermanuver di kota
  • Konsumsi listrik sangat hemat
  • Biaya perawatan rendah
  • Sudah banyak digunakan sebagai armada ride-hailing

Unit bekasnya bahkan bisa ditemukan mulai Rp110 jutaan , menjadikannya pilihan paling realistis untuk driver pemula. Cocok untuk: GrabCar/GoCar dalam kota (short trip).

2. Hyundai Ioniq Electric

Hyundai Ioniq Electric

Harga bekas: Rp145 – 300 jutaan

Baca Juga: 5 Mobil Listrik Bekas Kuat di Tanjakan, Mesin Tangguh Cuma Seharga Daihatsu Ayla Seken

Hyundai Ioniq Electric generasi awal mulai banyak masuk pasar bekas dengan harga yang semakin terjangkau. Kelebihan:

  • Jarak tempuh hingga ±311 km
  • Nyaman untuk penumpang (penting untuk rating driver)
  • Desain lebih “mobil keluarga”

Bahkan beberapa unit ex-taksi online sudah beredar di pasar, biasanya dengan harga lebih murah. Cocok untuk: driver full-time dengan jam tinggi.

3. DFSK Seres E1

DFSK Seres E1

Harga bekas: Rp100 – 120 jutaan

Seres E1 termasuk mobil listrik mungil yang mulai banyak dilirik. Kelebihan:

  • Harga relatif murah
  • Jarak tempuh 180–220 km
  • Performa cukup kuat untuk tanjakan

Dengan harga di kisaran 100 jutaan, mobil ini jadi alternatif selain Wuling Air EV. Cocok untuk: driver online di kota padat

4. Erolis EV

Erolis EV

Harga bekas: Rp85 – 95 jutaan

Erolis adalah mobil listrik lokal yang mulai masuk pasar bekas. Kelebihan:

  • Harga sangat terjangkau
  • Desain compact
  • Cocok untuk mobilitas harian

Namun, perlu diperhatikan:

  • Jaringan servis masih terbatas
  • Pastikan ketersediaan spare part

Cocok untuk: driver pemula dengan budget minim

5. BMW i3

BMW i3

Harga bekas: Rp180 – 250 jutaan

Sebagai pengganti sebelumnya, BMW i3 bisa jadi opsi menarik di pasar bekas karena harganya sudah turun cukup jauh. Kelebihan:

  • Build quality premium
  • Akselerasi responsif
  • Kabin nyaman dan modern

Namun:

  • Biaya perbaikan bisa lebih mahal
  • Spare part tidak semurah mobil Jepang/Korea

Cocok untuk: driver yang ingin naik kelas & target penumpang premium

Kenapa Mobil Listrik Cocok untuk Taksi Online?

Berikut alasan utama kenapa EV makin diminati driver online:

1. Biaya Operasional Jauh Lebih Murah

Tidak perlu bensin, cukup listrik yang biayanya bisa jauh lebih hemat.

2. Perawatan Lebih Sederhana

Tidak ada oli mesin, lebih sedikit komponen bergerak.

3. Nyaman untuk Penumpang

Mobil listrik cenderung lebih halus dan senyap.

4. Cocok untuk Perkotaan

Mayoritas perjalanan taksi online adalah jarak pendek–menengah.

Tips Penting Sebelum Beli Mobil Listrik Bekas

Sebelum memutuskan membeli, pastikan kamu cek hal berikut:

  • Kondisi baterai (wajib!) – minimal SoH di atas 80%
  • Riwayat servis lengkap
  • Jarak tempuh realistis sesuai spesifikasi
  • Garansi baterai (kalau masih ada)
  • Ketersediaan charger & SPKLU di area kamu

Karena pada mobil listrik, baterai adalah komponen paling mahal dan krusial.

Mobil listrik bekas kini jadi solusi cerdas bagi driver taksi online yang ingin menekan biaya operasional. Dari daftar di atas, intinya adalah sesuaikan dengan budget, kebutuhan jarak tempuh, dan kondisi baterai.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Load More