- Industri kendaraan niaga Indonesia terancam melakukan PHK massal akibat lonjakan impor truk asal China yang tidak memenuhi regulasi.
- Data Gaikindo menunjukkan utilisasi pabrik domestik turun di bawah 50 persen karena kalah bersaing dengan truk impor murah.
- Kementerian Perindustrian mengusulkan pembatasan impor melalui regulasi TPT serta penerapan pajak PPnBM lebih tinggi bagi truk impor China.
Suara.com - Risiko pemutusan hubungan kerja atau PHK di industri kendaraan niaga Indonesia akan segera terjadi jika pemerintah tidak segera membatasi impor truk China ke Indonesia. Puluhan ribu truk China masuk ke Indonesia dinilai lewat proses yang tidak adil dan merusak persaingan di pasar kendaraan komersial.
Direktur Sales dan Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), perusahaan pemegang merek kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, mengatakan jika pemerintah tidak segera bertindak maka gelombang PHK di industri kendaraan niaga akan segera terjadi.
"Selama enggak ada action atau perubahan regulasi untuk mengatasi situasi ini, mungkin akan mempercepat situasi (PHK, Red) ini," kata Aji di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan truk-truk China yang diimpor ke Indonesia secara utuh banyak yang tidak mengikuti aturan pemerintah. Padahal kendaraan niaga yang diproduksi di Indonesia mematuhi deretan aturan yang dibuat pemerintah baik dari segi administrasi, pajak, emisi hingga keamanan.
"Akhir-akhir ini banyak mobil yang datang ke Indonesia, memenuhi pasar Indonesia, tapi standarnya berbeda dengan regulasi pemerintah," terang Aji.
Ia mencontohkan truk-truk tambang asal China yang dipamerkan dan dijual dalam berbagai pameran pertambangan di Tanah Air. Kendaraan-kendaraan tersebut, kata Aji, banyak yang belum menggunakan standar emisi Euro 4. Padahal truk buatan dalam negeri diwajibkan pemerintah untuk menerapkan standar emisi ramah lingkungan tersebut.
Bagi konsumen, mesin dengan standar emisi Euro 2 dan 3 itu menguntungkan karena bisa menggunakan bahan bakar berkualitas rendah termasuk solar yang disubsidi pemerintah. Selain itu harga truknya lebih murah karena menggunakan teknologi lawas.
Sementara truk buatan dalam negeri yang sudah menggunakan standar Euro 4 lebih mahal harganya karena menggunakan teknologi baru dan harus mengonsumsi BBM diesel yang lebih berkualitas.
"Alhasil kita ditinggal konsumen. Kalau ditinggalin konsumen, maka pabrik-pabrik, tenaga kerja, vendor-vendor pemasok di dalam negeri serta karyawan mereka akan terdampak," jelas Aji.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China, Dampaknya Merembet ke Eropa
Tidak berhenti di sana, yang juga akan terdampak adalah dealer-dealer kendaraan niaga juga terancam kehilangan pekerjaan karena persaingan yang tidak sehat dengan truk-truk China.
Impor Truk China Melonjak, Penjualan Turun
Sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo pada Kamis (9/4/2026) telah membeberkan data penjualan kendaraan niaga di Indonesia selama 2022 - 2025. Dari data itu terlihat adanya penurunan penjualan truk dan bus di Indonesia. Ironisnya di saat yang sama impor dari China naik dua kali lipat.
Data yang dipaparkan Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara itu menunjukkan di tahun 2022 penjualan kendaraan niaga berjumlah sekitar 105.300 unit dan 12 persen di antaranya impor utuh dari China. Pada 2025 penjualan kendaraan niaga tinggal 88.400 unit tapi kontribusi impor CBU dari China naik lebih dari dua kali lipat mencapai 27 persen.
Pukulan telak terhadap industri kendaraan niaga dalam negeri terjadi di segmen medium dan heavy duty truck, dengan bobot di atas 20 ton.
Pada 2022 penjualan di segmen ini mencapai hampir 31.000 unit dengan kontribusi impor China sekitar 5.880 unit. Tapi pada 2025 kontribusi impor CBU China di segmen ini naik lebih dari dua kali lipat menjadi 14.809 unit dari total penjualan yang hanya sekitar 30.000 unit.
Berita Terkait
-
Investasi yang Fokus Pada Keselamatan Kunci Efisiensi Operasional Armada Logistik
-
Gaikindo Ungkap Cara Merek China Habisi Industri Kendaraan Niaga Dalam Negeri
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Kelancaran Logistik Lewat Layanan Zero Down Time di GIICOMVEC 2026
-
GIICOMVEC 2026 Jadi Kiblat Solusi Transportasi dan Logistik Indonesia
-
Market Share Hampir 40 Persen Buktikan Dominasi Mitsubishi Fuso di Sektor Kendaraan Niaga
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol
-
BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik
-
Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
-
Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali
-
Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07
-
Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal
-
Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium
-
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta