- Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan impor truk China menghambat swasembada kendaraan niaga di Indonesia.
- Perlakuan khusus bagi truk impor China membuat harga lebih kompetitif dibandingkan produk dalam negeri yang terbebani regulasi.
- Penurunan utilisasi pabrik domestik di bawah 50 persen memicu risiko pemutusan hubungan kerja bagi ribuan tenaga kerja nasional.
Suara.com - Impor truk dari China disebut telah menghambat swasembada kendaraan niaga di Indonesia, demikian disampaikan Kukuh Kumara Sekretaris Umum Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Ia mengatakan truk-truk Tiongkok merajalela di Indonesia karena mendapatkan perlakuan khusus, yang tak dinikmati produsen dalam negeri.
Kukuh, dalam seminar di sela GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo atau GIICOMVEC 2026 di Jakarta, Kamis (9/4/2026) mengatakan importasi truk China yang mendapat perlakukan khusus dari pemerintah membuat penjualan kendaraan niaga dalam negeri menurun dan kapasitas produksi pabrik-pabrik otomotif di Indonesia tidak maksimal.
"Secara spesifik kita sudah cukup lama berbicara, kenapa terjadi penurunan. Sudah jelas penurunan terjadi karena adanya importasi truk-truk dari negara lain," terang Kukuh.
Ia membeberkan data penjualan kendaraan niaga Indonesia selama periode 2022 -2025. Dari data tersebut terlihat penjualan kendaraan niaga Indonesia terus turun dalam periode tersebut, tapi di saat yang sama impor dari China justru naik drastis.
Di tahun 2022 penjualan kendaraan niaga berjumlah sekitar 105.300 unit dan 12 persen di antaranya impor utuh dari China. Pada 2025 penjualan kendaraan niaga tinggal 88.400 unit tapi kontribusi impor CBU dari China naik lebih dari dua kali lipat mencapai 27 persen.
Pukulan telak terhadap industri kendaraan niaga dalam negeri terjadi di segmen medium dan heavy duty truck, dengan bobot di atas 20 ton.
Pada 2022 penjualan di segmen ini mencapai hampir 31.000 unit dengan kontribusi impor China sekitar 5.880 unit. Tapi pada 2025 kontribusi impor CBU China di segmen ini naik lebih dari dua kali lipat menjadi 14.809 unit dari total penjualan yang hanya sekitar 30.000 unit.
Dengan kata lain tahun lalu impor utuh kendaraan niaga China di segmen medium dan heavy duty truck sudah mencapai separuh dari pasar segmen tersebut di Indonesia.
Alhasil utilisasi pabrik kendaraan niaga Indonesia pun tertekan. Ada lima produsen truk dalam negeri yakni UD Truck, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Daimler dan Hino. Dari lima merek tersebut, tidak satu pun yang utilisasi pabriknya berada di atas 50 persen.
Baca Juga: Inovasi Mobil Niaga Listrik Siap Ramaikan Pameran Giicomvec 2026 di Jakarta
Ironisnya di saat yang sama pabrik-pabrik tersebut mempekerjakan hampir 5000 tenaga kerja langsung dan ratusan ribu lainnya berada di industri rantai pasok di dalam negeri.
Lebih lanjut Kukuh menerangkan bahwa sulit bagi produsen dalam negeri bersaing dengan kendaraan niaga China karena truk-truk China mendapat perlakukan khusus saat masuk ke Indonesia, yang turut membuat harganya lebih murah.
"Jadi sulit untuk bersaing dengan harga yang sangat kompetitif tadi," kata Kukuh sembari menekankan bahwa biaya produksi truk di Indonesia lebih tinggi karena harus beban regulasi dan pajak berganda yang tidak dirasakan oleh truk impor China.
Ia lalu menjabarkan alur masuk kendaraan di Indonesia yang harus dilewati oleh merek dalam negeri. Setidaknya ada 8 tahap yang harus dilewati mulai dari Tanda Pendaftaran Tipe Impor dan Uji Tipe, NKJB, Registrasi di kepolisian, Tingkat Komponen Dalam Negeri hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).
Di sisi lain truk impor China tidak melewati tahap dan syarat tersebut, karena disinyalir langsung di kirim ke lokasi-lokasi tambang.
Kukuh membeberkan ada tiga dampak dari kondisi ini. Pertama adalah persaingan yang tidak sehat dan seimbang, utilisasi pabrik di dalam negeri semakin menciut dan terakhir adalah risiko PHK tenaga kerja.
Berita Terkait
-
Farizon Bawa Kendaraan Niaga Listrik Tandai Debut di GIICOMVEC 2026
-
Sailun Group Luncurkan Ban Terbaru di GIICOMVEC 2026 demi Efisiensi Logistik
-
Bebas Gerah Isuzu TRAGA AC Siap Kawal Distribusi Barang di Seluruh Wilayah Indonesia
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Kelancaran Logistik Lewat Layanan Zero Down Time di GIICOMVEC 2026
-
GIICOMVEC 2026 Jadi Kiblat Solusi Transportasi dan Logistik Indonesia
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Rincian Biaya dan Syarat Buka Blokir STNK Kendaraan Bekas di Samsat Terbaru
-
4 Mobil 7-Seater yang Aman Pakai Pertalite, Solusi Hemat BBM bagi Keluarga Muda
-
Berapa Harga Mobil Chery Paling Murah di Indonesia? Cek Daftarnya Per April 2026
-
Daftar Harga Motor Honda BeAT 2026, Motor Irit Paling Laris
-
Mampukah 5 Pembalap Indonesia Kuasai Seri Perdana ARRC 2026 di Sepang? Cek Jadwal Lengkapnya
-
Motul Jadi Pemasok Pelumas Global Bimota untuk Motor Harian Hingga Lintasan Balap
-
Baterai Motor Listrik yang Awet Berapa Harganya? Ini 7 Pilihan Kualitas Terbaik
-
Berapa Lama Umur Baterai Mobil Listrik dan Biaya Gantinya?
-
Harga dan Model Honda Jazz 2026, Desain Sporty untuk Generasi Muda
-
4 Cara Menghilangkan Bau Kabin Mobil yang Tidak Sedap, Ikuti Langkah Sederhana Ini