Otomotif / Mobil
Senin, 13 April 2026 | 12:13 WIB
Mobil listrik murah Chery QQ3. (Chery)
Baca 10 detik
  • SAIC Motor menaungi merek Wuling dan MG di Indonesia, sementara grup otomotif China lain membawa berbagai sub-merek berbeda.
  • Indomobil Group berperan sebagai distributor utama bagi beragam merek kendaraan China, seperti GAC Aion, Maxus, dan Changan.
  • BYD memperkuat posisi di pasar Indonesia melalui perakitan lokal di Subang mulai tahun 2026 untuk mendukung penjualan kendaraan.

Suara.com - Pasar otomotif Indonesia belakangan makin ramai dengan kehadiran berbagai merek mobil China. Banyak konsumen yang penasaran, sebenarnya siapa induk dari masing-masing merek ini?

Apakah MG dan Wuling memang saudara? Lalu bagaimana dengan BYD yang belakangan jadi sorotan karena langsung agresif di segmen mobil listrik? Mari kita bedah silsilahnya.

1. SAIC Motor: Induk MG dan Wuling

Wuling Darion. (wuling.id)

SAIC Motor adalah salah satu grup otomotif terbesar di China. Di Indonesia, mereka hadir lewat beberapa merek sekaligus:

  • Wuling: Dijalankan melalui SGMW (SAIC-GM-Wuling) dengan pabrik besar di Cikarang. Wuling jadi pionir mobil China di Indonesia dan sukses lewat model seperti Confero dan Almaz.
  • MG Motor: Merek asal Inggris yang kini dimiliki penuh oleh SAIC. Fokusnya di Indonesia adalah pasar anak muda dengan desain sporty dan varian listrik.
  • Maxus: Merek kendaraan komersial dan MPV listrik, didistribusikan oleh Indomobil Group.

Jadi benar, MG dan Wuling memang sekeluarga karena sama-sama berada di bawah payung besar SAIC Motor.

2. Chery Group: Multi-Merek Agresif

Mobil listrik murah Chery QQ3 punya banyak kelebihan. (Chery)

Chery masuk dengan strategi multi-brand. Selain Chery sebagai merek utama, mereka juga membawa Omoda dan Jaecoo yang dikelola bersama. Ada juga Jetour yang menawarkan mobil dengan value lebih besar. Strategi ini membuat Chery bisa menjangkau berbagai segmen sekaligus.

3. Geely Holding Group: Raksasa dengan Merek Global

Mobil Listrik Geely EX2 di IIMS 2026. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)

Geely punya portofolio internasional:

Baca Juga: Mobil China Naik Harga per April 2026, Kenaikan Chery J6 Tembus Rp 60 Juta

  • Geely Auto kembali masuk ke Indonesia lewat kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor.
  • Volvo Cars: Saat ini merupakan perusahaan publik di mana Geely Holding menjadi pemegang saham mayoritas sekitar 78-80 persen, Sebelumnya, Volvo dimiliki sepenuhnya oleh Geely.
  • Zeekr, EV premium, didistribusikan oleh Indomobil Group.

4. Great Wall Motor (GWM): SUV dan EV

GWM Tank 500 melantai di IIMS 2026. (Foto: GWM)

GWM hadir dengan sub-merek berbeda karakter:

  • Haval untuk SUV hybrid.
  • Tank untuk SUV off-road premium.
  • Ora untuk EV mungil dan modis.

Di Indonesia, GWM beroperasi melalui kemitraan strategis antara Inchcape dan Indomobil Group.

5. BYD Group: Fokus EV

BYD Atto 1 Facelift. (CarnewsChina)

BYD memilih strategi lebih sederhana: hanya mengandalkan merek BYD sebagai tulang punggung. Per 2026, BYD sudah mulai perakitan lokal (CKD) di Subang, Jawa Barat, bukan lagi full impor CBU.

Selain itu, mereka punya Denza. Per akhir 2024, Denza sudah dimiliki 100 persen oleh BYD setelah Mercedes-Benz menarik seluruh sahamnya. Pabrikan ini menjadi wadah BYD untuk bermain di segmen premium.

Load More